Antisipasi Teroris, Ganjar Minta Warga Kenali Tetangga dan Tamu

Antisipasi Teroris, Ganjar Minta Warga Kenali Tetangga dan Tamu
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpidato menggunakan Bahasa Jawa dalam Peringatan Ulang Tahun Provinsi Jawa Tengah ke-69 di Simpanglima, Semarang, Kamis, 15 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / CAH Rabu, 16 Oktober 2019 | 19:26 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Jawa Tengah memelopori ronda jenis baru untuk mengantisipasi teroris di lingkungan tempat tinggal. Usul itu dilontarkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menyusul penangkapan sepasang suami istri di Nongkosawit Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, yakni A (44) dan MH (44) oleh Densus 88 Antiteror pada Selasa (15/10/2019).

"Saya usulkan ada ronda jenis baru di Jawa Tengah. Bukan keamanan malam menghadapi maling, namun untuk memastikan siapa saja tetangga dan tamu di sekitar tempat tinggal masing-masing adalah orang baik-baik dan tidak bermasalah," kata Ganjar saat dikonfirmasi, Rabu (16/10/2019).

Menurut Ganjar, kepedulian masyarakat sangat penting dalam rangka membantu pemerintah melawan segala bentuk tindakan radikalisme dan terorisme.

Ganjar meminta semua elemen masyarakat peduli dan peka dengan kondisi sekitar. Hal itu dapat dilakukan dengan cara meningkatkan silaturahmi antar sesama, termasuk dengan tamu yang datang.

"Sehingga masyarakat menjadi mengerti, siapa tetangga mereka dan tamu mereka. Saya minta semua tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan level paling bawah seperti RT, dapat memantau dan menjalankan ini," ujar Ganjar.

Dengan kekuatan sektor terkecil tersebut, maka gerak langkah kejahatan terorisme dapat terdeteksi. Kalau ada warga yang tidak mau diajak ketemu, tidak mau kumpul, dapat diketaui sejak dini.

"Akan ketahuan siapa mereka, kepentingannya apa. Ini harus ditindaklanjuti, apakah didatangi, diberitahu dan dilakukan tindakan-tindakan lainnya," terangnya.

Menurut Ganjar, saat ini sangat sulit untuk mengelompokkan pelaku teror ada dimana, jaringan apa dan sebagainya. Hal itu nyaris tidak mudah untuk terdeteksi, karena mereka telah membaur dalam masyarakat.

Bahkan, tidak hanya pada masyarakat sipil, di lingkungan pemerintahan, pendidikan dan aparat penegak hukum seperti TNI/Polri juga sudah disusupi para pelaku. Mereka terus bergerilya untuk menebarkan paham radikalisme dan menebar teror.

"Maka, kalau masyarakat mau membantu, tentu tugas pemerintah akan semakin mudah dan kita semua bisa hidup tanpa rasa takut. Kesadaran inilah yang sangat penting, agar masyarakat waspada pada ajaran-ajaran yang tidak pas dan bertentangan dengan Pancasila," katanya.

Bagaimanapun caranya lanjut Ganjar, semua tindak pidana terorisme dan radikalisme harus dimusnahkan. Masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum dan semua elemen harus bersatu dan berdiri tegak melawan dengan melakukan hal terbaik di bidang masing-masing.

"Tugasnya, yuk sekarang semua bergerak. Dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum bergerak bersama melawan paham yang mengancam kedaulatan itu. Mari kita serius dalam upaya sosialisasi, antisipasi dan melawan terorisme," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan