Ridwan Kamil Sudah Ingatkan Supendi untuk Jauhi Korupsi

Ridwan Kamil Sudah Ingatkan Supendi untuk Jauhi Korupsi
Ridwan Kamil. ( Foto: Antara )
Adi Marsiela / LES Rabu, 16 Oktober 2019 | 19:43 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil prihatin dengan operasi tangkap tangan Korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menimpa Bupati Indramayu Supendi. Menurutnya, penangkapan yang jadi pemberitaan di berbagai media itu dapat menghambat investasi.

“Korupsi itu musuh investasi,” ujar Ridwan dalam pernyataan tertulisnya dari acara United Nation Economic and Social Commision for Asia Pasific di Bangkok, Thailand, Rabu (16/10/2019).

Ridwan menyatakan, dirinya sudah mengingatkan Supendi agar menjadi pemimpin yang menjauhi korupsi. Pesan itu dia sampaikan saat melantik Supendi sebagai Bupati Indramayu pada 7 Februari 2019 lalu ketika menggantikan Anna Sophanah yang mengundurkan diri. Sebelumnya, Supendi menjabat sebagai wakil bupati.

“Saya sudah ingatkan yang bersangkutan agar menjauhi godaan yang pastinya datang tiap hari. Karena jadi pemimpin itu berat,” ujar Ridwan.

Sebelumnya, Ridwan berharap proses pergantian bupati bisa membawa Indramayu ke arah yang lebih baik. Namun, belum sampai setahun menjabat, Supendi tertangkap dalam operasi tangkap tangan oleh KPK. “Ini sangat memprihatinkan, kasihan warga Indramayu,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sambung Ridwan, memiliki rencana besar bagi Indramayu. Sebagai penyangga Segitiga Rebana, Indramayu memiliki fungsi sentral dalam investasi dan pengembangan kawasan. Salah satu rencana pengembangan itu tertuang lewat gelaran West Java Investment Summit 2019 yang bakal digelar pada Jumat, 18 Oktober 2019 mendatang.

Soal pencegahan korupsi, Ridwan mengungkapkan, pihaknya melakukan berbagai upaya demi terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih. Termasuk pada level pemerintah kabupaten dan kota.

“Berbagai pakta integritas sudah kami bikin, inovasi–inovasi berbasis teknologi seperti e-Kinerja juga akan kami tularkan dari provinsi ke kabupaten dan kota. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang seperti ini (kepala daerah kena OTT),” jelas Ridwan.

Meski demikian, Ridwan tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah. Dia menyarankan agar Bupati Indramayu kooperatif dengan penyidik KPK.

“Kita lihat proses hukumnya seperti apa. Pesan saya agar yang bersangkutan koorperatif. Saya sendiri menunggu instruksi dari Kemendagri terkait status jabatannya masa mendatang. Sementara waktu, wakil bupati mengambil alih roda pemerintahan,” kata Ridwan.



Sumber: Suara Pembaruan