Asap, “Kado Istimewa” Ulang Tahun Kabupaten Muaro Jambi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Asap, “Kado Istimewa” Ulang Tahun Kabupaten Muaro Jambi

Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:09 WIB
Oleh : Radesman Saragih / FMB

Jambi, Beritasatu.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kabupaten Muaro Jambi yang semestinya diisi kemeriahan pesta, ternyata hanya diwarnai keprihatinan akibat bencana asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda daerah itu. Bertepatan dengan puncak perayaan HUT ke-20 Kabupaten Muaro Jambi yang dilaksanakan di gedung DPRD Muaro Jambi, Rabu (16/10/2019), asap tebal justru menyelimuti daerah itu.

Bahkan di tengah perayaan HUT kabupaten pemekaran itu terjadi puncak karhutla yang ditandai dengan jumlah titik api yang cukup tinggi, mencapai 57 titik. Sepertinya asap tebal menjadi “kado" istimewa bagi Kabupaten Muaro Jambi tahun ini.

Kabupaten Muaro Jambi memang menjadi daerah paling parah dilanda bencana karhutla dan asap di Provinsi Jambi selama musim kemarau Juli – Oktober ini. Bencana karhutla di daerah yang bertetangga dengan Kota Jambi itu sangat parah sebab sebagian besar karhutla di daerah itu berada di kawasan hutan dan lahan gambut.

Lokasi kebakaran hutan dan lahan gambut di Muaro Jambi yang hingga pertengahan Oktober ini masih terjadi, yakni di Kecamatan Kumpeh Ulu dan Ilir. Sebagian besar hutan dan lahan gambut di Muaro Jambi itu terdapat di areal perkebunan kelapa sawit dan lahan masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi, M Zakir mengatakan, kebakaran hutan dan lahan gambut di Muaro Jambi sejak Agustus – Oktober ini diperkirakan sudah mencapai 1.544 hektare (ha). Kebakaran hutan dan lahan gambut tersebut antara lain terdapat di areal perusahaan perkebunan kelapa sawit PT MAS, PT BEP dan PT PBP), Desa Puding, Kumpeh Ilir, Muarojambi.

Mengejar Untung
Bencana besar karhutla dan asap di Muaro Jambi sebagian besar dipicu ambisi mengejar untung yang dilakukan pemerintah setempat maupun pengusaha. Indikasinya tercermin dari pola–pola pemberian izin dan pembangunan kebun sawit yang dilakukan tanpa menghiraukan dampak lingkungan.

Pemerintah setempat memberikan kemudahan membangun kebun sawit tanpa memperhatikan apakah areal itu di lahan gambut atau tidak. Kemudian pengawasan pembukaan lahan itu juga kurang, sehingga masih ada pengusaha yang kurang memantau kebakaran di lahan mereka.

Pengusaha mengabaikan pencegahan dan menanggulangan kebakaran di lahan gambut yang mereka kuasai demi efisiensi biaya dan efektivitas kerja. Kondisi demikian membuat kebakaran hutan dan lahan gambut di Muarojambi selama musim kemarau tahun ini tidak terkendali.

Bahkan, saking parahnya kebakaran gambut di Muaro Jambi, water bombing (bom air) dan hujan lebat pun tak mampu memadamkan kebakaran gambut tersebut seperti terjadi Rabu (16/10/2019). Kendati hujan lebat mengguyur Muaro Jambi, Rabu, titik api di daerah itu masih banyak hingga Kamis (17/10/2019). Asap pun tetap mengepul dan menyebar ke Kota Jambi dari kebakaran gambut di Muaro Jambi.

Minim Pemeriksaan
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi, Rudiansyah mengatakan, kurangnya pengawasan dan pemeriksaan terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit yang membangun kebun sawit di lahan gambut membuat perusahaan kurang serius mencegah dan menanggulangi karhutla.

“Selama ini pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) kurang intensif memeriksa ketersediaan alat pemadam kebakaran, sumber daya manusia dan program antisipasi kebakaran di setiap perusahaan pengelola hutan dan lahan. Kondisi tersebut membuat perusahaan pengelola hutan dan lahan lalai mencegah kebakaran hutan di lahan mereka,”katanya.

Hal senada juga diakui Direktur Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Rudi Syaf. Menurut Rudy Syaf, kegiatan pengelolaan lahan gambut di Jambi selama ini kurang mendapat pengawasan. Akibatnya banyak perusahaan kehutanan dan perkebunan kelapa sawit yang salah mengelola gambut. Pembuatan kanal di lahan gambut yang dilakukan perusahaan menyalahi aturan, sehingga gambut cepat kering dan mudah terbakar.

Dijelaskan, seusai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor PP 57 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, tinggi muka air gambut minimal 40 centimeter (cm) dari permukaan gambut. Namun kenyataannya hingga kini, pengaturan muka air gambut masih belum bisa dipatuhi, sehingga gambut mudah kering dan terbakar di saat kemarau.

“Selain itu ketersediaan peralatan pemadaman kebakaran hutan dan tenaga pemadam kebakaran perusahaan sering luput dari perhatian pemerintah. Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak mampu mengendalikan kebakaran di areal hutan dan lahan yang mereka kuasai,”ujarnya.

Introspeksi
Menyimak kenyataan di lapangan dan kajian lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan mengenai karhutla tersebut, hendaknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi perlu segera melakukan introsepksi diri dalam merancang dan melaksanakan pembangunan perkebunan kelapa sawit di daerah itu. Pemerintah setempat tentunya tidak bisa lagi terlalu berorientasi ekonomi dalam memacu percepatan pembangunan perkebunan sawit. Aspek-aspek kelestarian lingkungan dan keselamatan masyakarat juga perlu mendapat perhatian.

Untuk itu Pemkab Muaro Jambi perlu terus meningkatkan pengawasan terhadap pengusaha dan petani perseorangan yang belakangan ini semakin gencar berlomba-lomba membuka lahan kebun sawit, termasuk di lahan gambut dengan cara membakar.

Aspek kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit di Muaro Jambi tersebut nampaknya masih belum mendapatkan perhatian serius. Hal tersebut tercermin dari sambutan-sambutan yang disampaikan Gubernur Jambi, Fachrori Umar dan Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro pada perayaan HUT ke-20 Kabupaten Muaro Jambi di gedung DPRD Muarojambi, Rabu (16/10/2019).

Ketika memberikan sambutan, Fachrori Umar dan Masnah Busro tak menyoroti masalah kebakaran hutan dan lahan serta bencana asap yang melanda Jambi tiga bulan terakhir. Padahal perayaan HUT Muaro Jambi yang dihadiri berbagai elemen masyarakat itu merupakan momentum penting untuk mengingatkan masyarakat, pengusaha dan aparatur sipil negara (ASN) agar semakin memperhatikan kelestarian lingkungan dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk pencegahan karhutla.

Fachrori Umar dan Masnah Busro pada kesempatan tersebut lebih banyak menyinggung pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, tanpa menyampaikan kondisi keprihatinan dan solusi mengenai bencana asap dan karhutla.

Melihat minimnya perhatian pejabat, pengusaha, ASN dan petani terhadap bencana asap dan karhutla di Jambi seperti terjadi sekarang ini, tak mustahil akan membuat bencana serupa juga bakal terus terjadi di masa-masa mendatang. Kenyataan menunjukkan, terjadinya kembali bencana asap dan karhutla di Jambi tahun ini, termasuk di Kabupaten Muaro Jambi banyak disebabkan sikap abai pejabat daerah dan para pemangku kepentingan dalam pencegahan karhutla.

Kalau karhutla sudah dalam kondisi parah seperti kejadian tiga bulan terakhir, tentu tak ada artinya lagi para pejabat daerah turun ke lokasi kebakaran hutan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Seperti kata pepatah, "api hanya menjadi teman di saat kecil dan menjadi musuh di saat besar." Pepatah ini perlu menjadi renungan bersama bagi seluruh pejabat dan segenap elemen masyarakat Jambi agar bencana asap dan karhutla di Jambi tidak terulang lagi di masa mendatang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Mahfud MD: Penasihat Saber Pungli Jadi Sasaran Pungli

Mahfud MD menuturkan, Penasihat Satgas Saber Pungli Prof Imam Prasodjo menjadi sasaran pungli saat memagari lahan miliknya

NASIONAL | 24 September 2021

KPK Ingatkan Azis Syamsuddin untuk Kooperatif

KPK mengingatkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin untuk kooperatif dan memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik terkait kasus dugaan suap penanganan perkara.

NASIONAL | 24 September 2021

BMKG Bantu Wujudkan Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia

BMKG berkomitmen mendukung dan membantu usaha pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

NASIONAL | 24 September 2021

Wamenag: Mahasiswa Harus Jadi Katalisator dan Dinamisator Agama

Mahasiswa diharapkan bisa menjadi katalisator dan dinamisator dalam penguatan moderasi beragama.

NASIONAL | 24 September 2021

Dukung Kaum Disabilitas Berprestasi, Megawati: Kalian Harus Percaya Diri

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kelompok disabilitas percaya diri dan meraih prestasi demi mengharumkan nama bangsa.

NASIONAL | 24 September 2021

Kekompakan di DPP PDIP Saat Memberikan Apresiasi kepada Atlet Paralimpiade

PDI Perjuangan memberikan apresiasi kepada para atlet dan pengurus Paralimpiade Tokyo 2020 di Kantor DPP PDIP Perjuangan Jakarta, Jumat (24/9/2021).

NASIONAL | 24 September 2021

KPK Setor Rp 500 Juta ke Kas Negara dari Pembayaran Denda Eks Mensos Juliari

KPK menyetor uang Rp 500 juta yang merupakan pembayaran denda dari mantan Mensos, Juliari P Batubara yang divonis bersalah atas kasus suap bansos Covid-19.

NASIONAL | 24 September 2021

Kemendikbudristek: 222 Guru dan 156 Siswa Positif Covid-19

Terdapat 378 kasus aktif di satuan pendidikan yang terdiri dari 222 guru dan 156 siswa positif Covid-19.

NASIONAL | 24 September 2021

Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi Dilakukan di Sekolah

Guna mengantisipasi sekolah menjadi klaster Covid-19, saat PTM terbatas dilakukan uji coba aplikasi PeduliLindungi.

NASIONAL | 24 September 2021

Presiden Minta Jangan Ragu Usut Mafia Tanah, Polri: Instruksi Dilaksanakan

Polri menyatakan akan menjalankan instruksi Presiden Jokowi terkait pemberantasan mafia tanah sehingga dapat memberikan kepastian hukum kepada masyarakat

NASIONAL | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Mahfud MD: Penasihat Saber Pungli Jadi Sasaran Pungli

Mahfud MD: Penasihat Saber Pungli Jadi Sasaran Pungli

NASIONAL | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings