Pengibaran Bendera HTI di SMKN 2 Sragen, Ganjar: Tidak Ada Ampun!

Pengibaran Bendera HTI di SMKN 2 Sragen, Ganjar: Tidak Ada Ampun!
Kantor Hizbut Tahrir Indonesia. ( Foto: Antara )
Stefi Thenu / WBP Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:36 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo siap memberi sanksi tegas kepada beberapa siswa dan guru SMKN 2 Sragen yang terlibat mengibarkan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di sekolah tersebut.

Dari laporan yang diterimanya, ada oknum guru yang terlibat pengibaran bendera HTI oleh sekelompok siswa di SMKN 2 Sragen. "Sedang kami dalami, ada dugaan oknum guru yang terlibat dalam pengibaran bendera itu. Saya sudah cek medsosnya dan lainnya," kata Ganjar Pranowo ditemui usai acara Rapat Forkompimda di Hotel UTC Semarang, Kamis (17/10).

Ganjar menegaskan, apabila terbukti melanggar dan ada faktor kesengajaan, pihaknya tidak akan memberikan ampun. "Kalau memang ada faktor kesengajaan, saya tidak ada ampun soal itu," kata Ganjar Pranowo.

Paham Radikal Cepat Menyebar karena Pakai Metode Propaganda

Meski begitu, pihaknya tidak mau gegabah untuk mengambil keputusan. Pihaknya tetap meminta klarifikasi sejumlah pihak baik siswa, kepala sekolah maupun oknum guru terkait kejadian yang sempat viral di media sosial itu.

MUI Minta Penyebar Ideologi Khilafah Ditindak Tegas

Untuk keperluan itu, pihaknya telah menerjunkan tim khusus ke sekolah tersebut. Tujuannya mengorek informasi sedetail mungkin. "Tetap kami dalami dulu, kami sudah terjunkan tim yang bertugas soal itu. Biar tidak berprasangka buruk. Mudah-mudahan bisa memberikan klarifikasi dengan baik, kalau tidak ya pasti saya beri sanksi tegas," ujar Ganjar Pranowo.

Disinggung apakah kegiatan belajar mengajar di SMKN 2 Sragen telah terpapar radikalisme, Ganjar belum menyimpulkan ke arah itu. Pihaknya mengatakan sudah menanyakan kepada para siswa yang ada di foto tersebut. Mereka mengatakan tidak tahu bahwa bendera yang dipegang adalah bendera HTI.

"Kami tanya gurunya, dia juga katanya tidak tahu. Tapi mosok ndak ngerti (masa tidak tahu), kalau itu kejadian tanggal 6 Oktober kemarin, kan sudah tahu bahwa itu bendera apa," tegas Ganjar Pranowo.

Sebelumnya, foto sejumlah siswa SMKN 2 Sragen yang memegang bendera HTI dan bendera Palestina viral di dunia media sosial. Dari informasi, foto itu diambil saat acara pelantikan pengurus rohis (kerohanian Islam) di sekolah tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan