18 Tamu Negara Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

18 Tamu Negara Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Istana menyiapkan 18 mobil Mercedes Benz terbaru untuk tamu negara yang akan menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden di Gedung MPR Senayan, Jakarta, pada Minggu (20/10/2019). ( Foto: Beritasatu TV )
Carlos KY Paath / RSAT Sabtu, 19 Oktober 2019 | 10:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin akan mengucapkan sumpah sebagai presiden dan wakil presiden (wapres) periode 2019-2024. Pelantikan digelar di Gedung Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Terdapat kurang lebih 18 kepala negara/kepala pemerintahan maupun utusan khusus negara sahabat yang direncanakan menghadiri pelantikan.

"Tentunya sebelumnya adalah menyambut tamu negara. Kurang lebih 18 tamu negara. Kepala negara Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Australia, Vietnam, Myanmar, Filipina hadir. Republik Rakyat Tiongkok (hadir) wapres, Vietnam wapres, Thailand deputi, Amerika Serikat (AS) dan Laos utusan khusus," kata Kepala Sekretariat Presiden (Setpres) Heru Budi Hartono kepada Beritasatu.com, Sabtu (19/10/2019).

Setpres telah menyiapkan kendaraan untuk tamu negara setingkat kepala negara/kepala pemerintahan dan utusan khusus negara-negara sahabat. Khusus penyiapan kendaraan VVIP dan Cadangan VVIP, Setpres bekerja sama dengan Mercedes Benz Indonesia dan mendapatkan dukungan kendaraan tanpa dikenakan biaya sewa.

Kendaraan tersebut terdiri dari 11 unit seri S450 brand new dan 1 unit Cadangan S450, serta 6 unit seri E300 brand new. Selain menyiapkan mobil VVIP, Setpres juga menyiapkan 66 unit kendaraan pendukung tamu negara dengan anggaran sebesar Rp1 miliar.

Menurut Heru, pengamanan untuk tamu negara yang menghadiri pelantikan juga sudah disiapkan. "Pengamanan sudah berlapis dan sudah koordinasi dengan TNI dan Polri. Setiap hotel yang diinapi tamu negara, ada penjagaan ekstra 24 jam," demikian Heru.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, kekuatan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pun ditingkatkan. Khususnya untuk mengawal tamu VVIP. "Pengamanan standar VVIP. Hanya karena ada kepala negara sahabat, tentunya pengamanan VVIP lebih banyak. Pengerahan kekuatan Paspampres akan lebih besar," tegas Moeldoko.



Sumber: Suara Pembaruan