Masyarakat Harus Terus Diingatkan untuk Cegah Radikalisme

Masyarakat Harus Terus Diingatkan untuk Cegah Radikalisme
Ilustrasi terorisme ( Foto: Istimewa )
/ BW Minggu, 20 Oktober 2019 | 00:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Intelijen dan Terorisme Wawan Hari Purwanto mengatakan, masyarakat harus terus diingatkan agar memiliki kepekaan untuk bisa mencegah dan melakukan deteksi dini terhadap tumbuhnya radikalisme.

"Karena teroris itu kan berbaur di tengah masyarakat, jadi sikap kritis perlu ditumbuhkan agar masyarakat tidak menelan mentah informasi perlu tabayun dulu. Karena sikap taklid tanpa cek ulang bisa membuat mereka percaya membabi buta. Ini yang harus diluruskan dengan dialog dan kajian serta komunikasi antara pejabat atau tokoh serta ulama dengan masyarakat agar terhindar terjadinya miskomunikasi," ujar Wawan di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Pria yang juga pendiri sekaligus peneliti di Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) ini mengatakan, pemerintah tentunya juga perlu terus melakukan komunikasi dengan masyarakat dengan memperbanyak program terkait deradikalisasi dan lainnya untuk membangun kesadaran publik akan bahayanya radikalisme dan terorisme tersebut.

"Pemerintah harus dekat dengan rakyat, termasuk pemerintah daerah. Harus ada program kerja yang menyentuh kekosongan, baik kekosongan isi kepala, isi hati dan isi perut secara linier dapat diupayakan secara simultan. Jangan sampai mereka beranggapan bahwa mereka didekati hanya saat diperlukan saja," tuturnya.

Ia berpendapat, selama ini masyarakat bersikap acuh tak acuh dengan kondisi di lingkungan sekitarnya. Hal itu karena belum terkena dampak dari aksi terorisme tersebut secara langsung. Sehingga, perlu ada upaya untuk membangun kesadaran masyarakat.

"Jika mereka terkena langsung biasanya lantas baru tersadar akan perlunya deteksi dini dan cegah dini. Kita perlu berikan pemahaman secara berkelanjutan dan kita ajak bicara terus agar mereka punya rasa simpati, empati dan partisipasi dalam penanggulangan terorisme," kata Wawan.



Sumber: ANTARA