11 Tokoh Berebut Berebut Perahu Partai Golkar untuk Maju Pilgub Bengkulu

11 Tokoh Berebut Berebut Perahu Partai Golkar untuk Maju Pilgub Bengkulu
Ilustrasi Pilkada Serentak 2018. ( Foto: Antara )
Usmin / JEM Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:32 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Sebanyak 11 kandidat bakal calon gubernur (cagub) Bengkulu, berebut perahu Partai Golkar sebagai sarana untuk maju di pemilihan gubernur (Pilgub) 2020 mendatang.

Keterangan yang dihimpun Suara Pembaruan di DPD Golkar Bengkulu, Minggu (20/10/2019), ke-11 kandidat cagub Bengkulu yang mendaftar di Golkar itu, antara lain Imron Rosyadi, Rohidin Mersyah, Isda Putra, Rosjonsyah, Hijazi, Agusrin Najumudin,
Herliardo, Alfian Antoni, Dadang Mishal, Sasriponi, dan Patrice Rio Cappela.

Dari 11 tokoh yang mendaftar di Partai Golkar itu, 3 di antaranya masih menjadi sebagai kepala daerah, yakni Rohidin Mersyah saat ini menjabat gubernur Bengkulu, Rosjonsyah menjabat bupati Lebong, dan Ahmad Hijazi sebagai bupati Rejang Lebong.

Sedangkan 8 kandidat lainnya berasal dari mantan bupati dan mantan gubernur juga berasal dari kalangan swasta dan aparatur sipil negara (ASN) aktif.

Mantan bupati Bengkulu Utara yang juga anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Imron Rosyadi usai mendaftar di DPD Golkar Bengkulu, Jumat (18/10/2019) lalu mengatakan, dirinya serius maju di Pilgub Bengkulu 2020, setelah mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat di daerah ini.

"Saya serius maju di Pilgub Bengkulu, karena mendapat dukungan dari berbagai masyarakat di daerah ini. Mereka mengharapkan saya untuk memajukan Bengkulu ke depan. Atas dukungan tersebut, saya dengan niat tulus ingin membangun Bengkulu, akan maju di Pilgub 2020," ujarnya.

Imron menambahkan, dirinya maju di Pilgub Bengkulu dan mendaftar di Golkar, tidak ada niat untuk saling tantang menantang dengan calon petahana Rohidin Mersyah yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu.

"Kita maju di Pilgub Bengkulu bersaing secara sehat. Siapa yang diusung DPP Golkar di Pilgub nanti kita terima dengan lapangan dada. Yang jelas, calon yang diusung DPP tentunya sudah melalui mekanisme yang berlaku di partai," ujar mantan Ketua DPD Golkar Bengkulu Utara ini.

Mantan Bupati Bengkulu Utara dua priode ini menjelaskan, saat ini dirinya sudah mendaftar di 4 parpol, yakni DPIP, Nasdem, Golkar dan PAN. Hal ini dilakukan agar dirinya maju di Pilgub Bengkulu diusung oleh partai koalisi.

Sebab, tidak ada parpol di Bengkulu, hasil Pemilu 2019 memiliki 9 kursi di DPRD setempat. Golkar dan PDIP hanya mendapat 7 kursi, sehingga untuk mengusung satu paslon cagub dan cawagub harus mendapat tambahan 2 kursi lagi atau lebih dengan cara berkoalisi dengan parpol.

Karena itu, dirinya akan mendaftar di setiap parpol yang membuka pendaftaran dan penjaringan cagub dan cawagub dengan harapan mereka dapat mengusung di Pilgub 2020 mendatang. "Saya yakin kalau hasil survei bagus pasti didukung partai," ujarnya.

Hal diungkapkan kandidat gubernur Bengkulu lainnya, Rohidin Mersyah. Ia mengatakan, akan mendaftar disemua parpol yang ada di Bengkulu dengan harapan mereka bersedia mengusung dirinya di Pilgub 2020 mendatang.

"Saya akan daftar di semua parpol yang sudah membuka penjaringan cagub dan cawagub Bengkulu. Saya berharap meski tidak semuanya mengusung, tapi beberapa parpol di daerah ini bersedia memberikan perahu ke saya sehingga bisa maju di Pilgub Bengkulu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim penjaringan bakal cagub dan cawagub, DPD Partai Golkar Bengkulu, Frentindo mengatakan, dari jumlah kandidat cagub dan cawagub yang mendaftar di Golkar itu, akan disaring menjadi 3 nama.

Hasil penjaringan 3 nama akan disampaikan ke DPD Golkar di Jakarta untuk diputuskan satu nama yang akan diusung pada Pilgub 2020 mendatang. "Tugas kita hanya menyeleksi 3 nama dan yang memutuskan siapa akan diusung dari 3 nama merupakan kewenangan DPP," ujarnya.

Dari pantuan SP di lapangan, sejumlah nama kandidat gubernur Bengkulu, yang maju di Pilgub 2020, ada tiga nama yang mendapat dukungan kuat dari masyarakat untuk memimpin provinsi ini lima tahun kedepan, yakni Agusrin Najamudin, Imron Rosyadi dan Rosjonsyah.

Sedangkan calon petahana Rohidin Mersyah tetap berpeluang untuk terpilih menjadi Gubernur Bengkulu masa bakti 2020-2024 mendatang. Kebanyakan masyarakat Bengkulu mengharapkan ada pemimpin baru hasil Pilgub 2020 mendatang.



Sumber: Suara Pembaruan