Pelantikan Presiden dan Wapres, Situasi Jambi Kondusif

Pelantikan Presiden dan Wapres, Situasi Jambi Kondusif
Presiden Joko Widodo membacakan sumpah jabatan presiden pada sidang paripurna MPR pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Radesman Saragih / JEM Senin, 21 Oktober 2019 | 14:41 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Situasi dan kondisi ketertiban maupun keamanan masyarakat di Provinsi Jambi cukup kondusif menyambut pelantikan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 – 2024, Jokowi – Ma’ruf Amin, Minggu (20/1/2019). Selama pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI berlangsung, tak ada aksi-aksi massa yang menimbulkan kericuhan di tengah masyarakat di Jambi.

Namun demikian seluruh gereja di Kota Jambi mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian, Minggu (20/10) pagi dan siang. Personil Brimob Polda Jambi Jambi juga diterjunkan ke setiap gereja mendukung pengamanan ibadah-ibadah yang berlangsung gereja-gereja di Kota Jambi seperti tampak di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) dan beberaka gereja di Kotabaru, Kota Jambi.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Polisi Muchlis AS dan Danrem 042/Gapu Kolonel TNI (Arh) Elphis Rudy melakukan patroli keloling Kota Jambi menggunakan sepeda motor untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kota itu, Minggu (20/10). Berdasarkan hasil pantauan tersebut, situasi dan keamanan masyarakat Jambi cukup kondusif selama berlangsungnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi – Ma’Ruf Amin.

Kapolda Jambi, Irjen Polilis Muchlis AS seusai patroli tersebut mengatakan, masyarakat Jambi cuku antusian menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Hal itu tercermin dari situasi keamanan dan ketertiban masyarakat Jambi yang kondusif selama pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berlangsung di Jakarta.

“Kami mengapresiasi sikap masyarakat Jambi ini. Meski berasal dari berbagai latar belakang, namun masyarakat Jambi teta bersatu dalam kebhinnekaan menjaga keharmonisan satu sama lainnya, menjaga kesejukan dan kedamaian,”ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jambi, Fachrori Umar di seusai mengikuti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 – 2024, Jokowi – Ma’ruf Amin di gedung DPR/MPR RI di Jakarta, Minggu (20/10/2019) mengharapkan, pemerintah pusat di bawah kepimimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bisa meningkatkan perhatian terhadap pembangunan di Provinsi Jambi. Bantuan pusat yang sangat diharapkan Provinsi Jambi antara lain, bantuan dana pembangunan ekonomi rakyat, infrastuktur, pelestarian lingkungan hidup, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Fachrori Umar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi siap mendukung program-program yang dicanangkan pemerintahan Jokowi – Ma’ruf amin untuk mempercepat kemajuan pembangunan nasional dan daerah di berbagai bidang.

“Memajukan pembangunan nasional bukan hanya tanggung jawab presiden dan wakil presiden, tetapi juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Karena itu Pemprov Jambi siap bersinergi dengan Pemerintah Pusat mempercepat pembangunan nasional demi percepatan kesejahteraan rakyat,”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, di bawah kepemimpinan Jokowi – Ma’ruf Amin, Indonesia diharapkan semakin maju dalam segala sektor dan memiliki daya saing yang baik. Kemudian pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin juga diharapkan dapat terus memacu program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan.

“Selama pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin, perekonomian ekonomi Indonesia, termasuk Provinsi Jambi bertumbuh dengan baik, berkeadilan, merata lagi dan inflasi pun relatif terkendali dan stabil. Selain itu penegakan hukum juga perlu dilaksanakan dengan baik,”ujarnya.

Menurut Fachrori Umar, target-target percepatan kemajuan pembangunan nasional dan daerah di berbagai bidang yang dicanangkan Jokowi – Ma’ruf Amin bisa tercapai jika Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, baik dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) maupun dari segi iman dan takwa (imtak), dan kondisi negara aman dan damai. Untuk itu, program peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia bisa dilaksanakan dengan baik, dan kondisi negara senantiasa aman, rukun, dan damai.



Sumber: Suara Pembaruan