WISE Summit 2019 Bahas Masa Depan Pendidikan Global

WISE Summit 2019 Bahas Masa Depan Pendidikan Global
World Innovation Summit for Education (WISE) Edisi ke-10 dengan tema "UnLearn, ReLearn: What it means to be Human” akan berlangsung di Doha, Qatar pada tanggal 18 - 21 November 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. WISE )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 21 Oktober 2019 | 23:55 WIB

Doha, Beritasatu.com - Haruskah sekolah mengajarkan siswa tentang bagaimana menjadi bahagia? Akankah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat guru menjadi tertinggal? Haruskah sekolah menghapus sistem penilaian?

Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi inti dari diskusi pada World Innovation Summit for Education (WISE) edisi ke-10 yang akan diadakan di Doha, Qatar, pada tanggal 19-21 November 2019 mendatang.

Lebih dari 2.000 pendidik, pembuat keputusan dan pakar dari lebih 100 negara, akan berkumpul untuk menata kembali masa depan pendidikan dengan tema UnLearn, ReLearn: What it means to be Human.

Ilustrasi Murid Sekolah

Baca Juga: Teknologi Pengaruhi Cara Belajar Generasi Z

CEO WISE, Stavros Yiannouka, menyatakan, dalam konteks dunia yang berkembang pesat dengan perubahan teknologi yang eksponensial, inilah saatnya untuk memikirkan kembali apa yang membuat diri kita unik sebagai manusia. Lebih dari 200 pembicara dan 150 sesi akan membahas tentang masa depan pendidikan dan perilaku manusia, keterampilan dan sifat-sifat yang harus kita lepaskan dan pelajari kembali untuk berkembang di abad ke-21.

"Dalam pendidikan, kita secara alami fokus pada apa yang harus kita pelajari. Kami juga memikirkan bahwa ada peran penting yang perlu dimainkan dalam unlearning. Kita harus menantang beberapa asumsi kita tentang cara kita hidup, cara kita bekerja, dan cara kita berinteraksi satu sama lain,” ujar Stavros Yiannouka dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, Senin (21/10/2019).

Menurut Stavros Yiannouka, WISE Summit 2019 akan membahas cara mempelajari kembali keterampilan emosional yang kita butuhkan untuk belajar, hingga berdebat apakah kesejahteraan atau well-being harus diajarkan di sekolah, hingga mengungkap tren teknologi global dan dampaknya terhadap inovasi.

"Intinya, WISE Summit 2019 akan membahas masalah-masalah mendesak dan tren saat ini yang dihadapi oleh pendidikan secara global," tandas Stavros Yiannouka.

Baca Juga: Cetak SDM Unggul Melalui Sistem Pendidikan

Adapun speaker atau pembicara yang akan hadir dalam WISE Summit 2019 antara lain, Presiden Armenia yang juga fisikawan dan ilmuwan komputer, Armen Sarkissian, Pembawa acara penerima nominasi Emmy Jason Silva, Profesor di MIT yang mengadvokasi penggunaan positif teknologi sebagai presiden institusi Future of Life, Max Tegmark.

Selanjutnya, Direktur Pendidikan di Innovation Lab Joysy John, Profesor UCL (University College London) yang penelitiannya melibatkan pencampuran teori dari ilmu pembelajaran dengan teknik dari AI, Dr Rosemary Luckin, Sekretaris Jenderal Eksekutif Jack Ma Foundation, Beth Yu, Pemimpin kebijakan global dan Pendidikan dan penulis The New Childhood: Raising Kids to Thrive in a Connected World, Dr Jordan Shapiro.

Kemudian, ada pula sosiolog dan dokter Universitas Yale yang terkenal karena penelitiannya mengenai jejaring sosial dan penentu socialekonomi, Dr Nicholas Christakis, serta Young European of the Year 2019, advokat untuk keadilan sosial dan gender di Eropa, Yasmine Ouirhrane.

 



Sumber: BeritaSatu.com