Nasdem Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Ideologi Pancasila

Nasdem Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Ideologi Pancasila
Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G. Plate (kedua kanan) saat berkunjung ke redaksi BeritaSatu di Jakarta, Senin (21/10/2019). Kunjungan tersebut selain berdiskusi mengenai perkembangan politik terkini juga menginformasikan kesiapan Kongres II Partai NasDem November mendatang. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Yeremia Sukoyo / RSAT Selasa, 22 Oktober 2019 | 11:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gerakan kontra radikalisme harus terus dilakukan mengingat  saat ini radikalisme menjadi  ancaman nyata bagi bangsa Indonesia. Gerakan radikalisme dapat dilawan jika seluruh komponen bangsa mengambil perannya untuk dapat lebih membumikan Pancasila sebagai dasar hukum dan ideologi negara.

Partai Nasdem, sebagai salah satu partai politik yang berlandaskan ideologi kebangsaan siap menjadi garda terdepan untuk menjaga ideologi bangsa. Nasdem sejak awal berdiri berkomitmen tidak akan memberi ruang dan tempat sedikitpun tumbuhnya paham-paham radikalisme di Indonesia.

"Nasdem akan menjadi garda terdepan untuk ideologi negara, konsensus kebangsaan kita. Itu apapun juga dalam keputusan politik pertama adalah ideologi," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem, Johnny G Plate dalam rangkaian media visit ke Kantor Beritasatu, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Johnny mencontohkan, langkah nyata yang dilakukan Nasdem untuk menjaga ideologi Pancasila adalah ketika memutuskan untuk mendukung calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). Ketika itu, Nasdem mensyaratkan mau mendukung RK jika mau menjadi garda terdepan menjaga Pancasila.

"Kami lakukan itu karena kesadaran akan tantangan radikalisme. Bahkan juga terorisme yang hidup. Itu pertimbangan dan dasar perjuangan utama Nasdem," kata Plate.

Dijelaskan, Partai Nasdem juga didirikan dengan landasan pemikiran Bung Karno dengan Trisakti-nya. Namun demikian, Nasdem menerjemahkan gagasan tersebut melalui gagasan perubahan restorasi Indonesia.

"Kalau ditanya apa perbedaan Nasdem dengan PDIP. Saya tidak melihat ada perbedaan landasan utama. Ini semua berbasis pada tokoh pemikiran Bung Karno, Trisakti. Namun, kami terjemahkan melalui gagasan perubahan. Gerakan itu dilakukan dalam konsep kekinian kita. PDIP juga begitu, landasan sama namun hanya terjemahannya berbeda," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu dirinya pun menyesalkan jika sampai sekarang ini masih ada saja kelompok masyarakat yang tidak mempercayai adanya gerakan radikalisme di Indonesia. Padahal, pemerintah sendiri sudah banyak melakukan tindakan pencegahan melalui sejumlah peraturan yang dinilai mampu membendung gerakan radikal.

"Kalau dibilang radikalisme tidak ada, saya katakan mengapa kita dulu membutuhkan Perppu Ormas. Mengapa kita dulu serius menyelesaikan UU Terorisme. Apalagi setiap hari kita tahu ada penangkapan teroris di indonesia," ujarnya.

Menurut Plate, sekian banyak peraturan perundang-undangan yang dibuat untuk menangkal berkembangnya radikalisme merupakan salah satu cara efektif untuk menanggulangi radikalisme. Jika tidak, maka ke depannya akan sangat membahayakan bagi kehidupan bernegara.

"Itu memang tinggal caranya kita mengatasi radikalisme. karena pembiarannya sudah terlalu lama. Terlalu lama dibiarkan sehingga bertumbuh, dan sampai tidak bisa membedakan lagi yang mana teroris, yang mana gerakan persamaan hak, atau gerakan menuntut keadilan ekonomi," ujarnya.

Dikatakan, Nasdem mendukung semua platform gagasan politik yang bertujuan untuk membangun rekonsiliasi politik. Tujuannya tujuan dasarnya adalah tidak memberikan tempat radikalisme di indonesia. Termasuk, ketika Ketum Nasdem Surya Paloh menggelar pertemuan dengan prabowo. Salah satu poin adalah sepakat membahas masalah itu.

"Tapi tantangannya, tanpa memperbaiki perekonomian kita, maka radikalisme akan tumbuh subur. Di sisi lain perekonomian kita belum pada posisi ideal. Ekonomi baru bisa tumbuh jika stabilitas politik terjaga. Kami tidak pernah takut elektabilitas turun jika demi ideologi negara," kata Plate.

Kedatangan jajaran pengurus Partai Nasdem ke Beritasatu merupakan rangkaian media visit untuk memaparkan terkait rencana kongres ke-II Nasdem yang akan digelar pada 9-11 November 2019. Kongres itu sendiri digelar bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Partai Nasdem pada 11 November.

Dalam media visit Panitia Kongres II Partai Nasdem ke Kantor redaksi Beritasatu juga dihadiri sejumlah pengurus. Di antaranya Ketua DPP Bidang Industri, Perdagangan dan Tenaga Kerja, Irma Chaniago, Ketua OC Kongres II yang juga Ketua DPP bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraini, Wasekjen Hermawi Taslim, Wabendum Lusyani Suwandi, Jubir Kongres II Okky Asokawati, dan Koordinator Media-PR Kongres II, Dadi Sumaatmadja.



Sumber: Suara Pembaruan