Kota Jambi Masih Diselimuti Asap, Kualitas Udara Membaik

Kota Jambi Masih Diselimuti Asap, Kualitas Udara Membaik
Asap akibat karhutla yang menyelimuti Kota Jambi sangat tebal, Rabu pagi, 16 Oktober 2019.Jarak pandang hanya di bawah satu kilometer dan pesawat tidak bisa mendarat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / LES Selasa, 22 Oktober 2019 | 12:24 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Hujan lebat yang mengguyur Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, pada Senin (21/10/2019) sore dan malam berhasil memperbaiki kualitas udara di kota tersebut. Hanya saja, pada Selasa (22/10/2019) pagi tadi kabut asap masih menyelimuti kota tersebut.

Pagi tadi asap tebal masih tampak, dan membatasi jarak pandang hingga 1,5 kilometer. Namun asap tidak sampai mengganggu aktivitas warga maupun penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi.

Sedangkan indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang tercatat pada alat pemantau kualitas udara (Air Quality Monitoring System/AQMS) di depan kantor Wali Kota Jambi, Selasa pagi sekitar 70 partikel per million (ppm) atau kualitas udara masuk kategori sedang. Sebelum hujan turun di Kota Jambi, Senin sore, ISPU di kota itu sempat mencapai 200 ppm Senin siang dan kualitas udara kategori tidak sehat. Meski asap masih menyelimuti Kota Jambi, kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah di Kota Jambi tetap berlangsung seperti biasa.

Sekolah–sekolah di kota itu tidak sampai diliburkan kembali karena kualitas udara cukup membaik.

“Kualitas udara di Kota Jambi sudah jauh membaik dibandingkan pekan lalu. Karena itu seluruh sekolah di Kota Jambi dan beberapa kabupaten yang sempat libur pekan lalu kembali melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa,”kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Agus Herianto.

Secara terpisah, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Addi Setiadi kepada SP di Jambi, Selasa pagi.

Ia mengatakan, asap yang menyelimuti Kota Jambi diperkirakan berasal dari sisa–sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi dan asap kiriman dari daerah tetangga, Sumatera Selatan. Sedangkan berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Senin – Selasa pagi tidak ada titik api di Provinsi Jambi. Sementara itu titik api di Sumatera Selatan, Senin – Selasa mencapai 54 titik. Titik api di Sumatera Selatan tersebut tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).



Sumber: Suara Pembaruan