Dipanggil ke Istana, Sejumlah Nama Pernah Diperiksa KPK

Dipanggil ke Istana, Sejumlah Nama Pernah Diperiksa KPK
Ilustrasi KPK. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YUD Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah tokoh baik dari kalangan profesional maupun partai politik ke Istana Kepresidenan dalam dua hari terakhir.

Pada Senin (21/10/2019) terdapat sekitar 10 nama yang menghadap Jokowi, di antaranya, mantan Ketua MK Mahfud MD; pendiri Gojek Indonesia, Nadiem Makarim; Komisaris Utama Net TV, Wishnutama Kusubandio; mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan mantan Staf Khusus Mensesneg Nico Harjanto serta Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjroel Rachman. Selain itu, terdapat juga nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian; mantan Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato serta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Sementara hingga Selasa (22/10/2019) siang, terdapat sekitar 12 nama yang dipanggil ke Istana dan menghadap Presiden Jokowi. Beberapa diantaranya merupakan menteri di Kabinet Jokowi Jilid I, seperti Sri Mulyani, Siti Nurbaya, Basuki Hadimuljono, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Selain itu, terdapat juga politikus Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo; politikus PDIP Juliari Batubara; Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PPP Suharso Monoarfa; Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi; politikus PKB Ida Fauziyah; Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadalia; politikus Golkar Zainuddin Amali; serta Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar.

Namun, dari 12 tokoh yang dipanggil ke Istana untuk menghadap Presiden Joko Widodo pada hari ini, terdapat sejumlah nama yang pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas sejumlah perkara yang berbeda. Hal tersebut dibenarkan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

"Beberapa orang memang pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam sejumlah perkara terpisah. Saya kira itu juga sudah terbuka ya informasinya," kata Febri saat dikonfirmasi, Selasa (22/10/2019).

Beberapa nama yang pernah diperiksa KPK, antara lain, Zainudin Amali, Abdul Halim Iskandar serta dan Ida Fauziah. Nama Zainudin Amali pernah disebut-sebut dalam kasus suap sengketa pilkada yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Zainudin dan Akil disebut pernah melakukan komunikasi pada 1-2 Oktober 2013 melalui BlackBerry Messeger (BBM) untuk membicarakan sengketa Pilkada Jawa Timur.

Tak hanya itu, Zainudin Amali juga pernah diperiksa dalam penanganan perkara suap Kementerian ESDM yang melibatkan Menteri ESDM saat itu Jero Wacik. Zainudin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sekjen ESDM Waryono Karno. Bahkan, KPK sempat menggeledah kediaman dan kantor Zainudin yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII (energi, riset dan teknologi, dan lingkungan hidup). Zainudin telah berulang kali menegaskan tidak pernah menerima aliran dana dari Sekjen ESDM.

Sementara Abdul Halim Iskandar pernah diperiksa KPK pada 31 Juli 2018 sebagai saksi untuk Bupati Nganjuk Taufiqurrahman yang terjerat kasus suap, gratifikasi dan pencucian uang. Saat itu, tim penyidik mendalami hubungan Abdul Halim yang juga kakak dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dengan Taufiqurrahman.

Sementara, Ida Fauziah pernah menjadi saksi kasus dugaan korupsi pelaksanaan Haji 2012 sampai 2013. Ida yang saat itu merupakan Ketua Komisi VIII DPR dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Agama Surhadharma Ali.

"Ada beberapa kasus yang berjalan saat itu, seperti suap terhadap Ketua MK, gratifikasi Sekjen ESDM sebagai pengembangan OTT terhadap Kepala SKK Migas, suap dan gratifikasi Bupati Nganjuk dan juga kasus korupsi Haji yang melibatkan Menteri Agama sebelumnya," papar Febri.

Meski demikian, Febri enggan menanggapi sejumlah nama yang sempat diperiksa KPK itu kini dipanggil Presiden dan menjadi calon menteri. Apalagi, katanya, nama-nama tersebut diperiksa dalam kapasitas mereka sebagai saksi.

"Mungkin sebaiknya KPK tidak menanggapi terlebih dahulu. Namun memang ada beberapa nama yang kita tahu terkait dengan beberapa kasus korupsi yang pernah ditangani KPK. Bahkan ada yang pernah masuk di komunikasi tersangka yang diperdengarkan di persidangan. Namun mereka memang baru diperiksa sebagai saksi sejauh ini," kata Febri.



Sumber: Suara Pembaruan