Presiden Jokowi Harus Perkuat Pemahaman Keagamaan di Indonesia

Presiden Jokowi Harus Perkuat Pemahaman Keagamaan di Indonesia
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. ( Foto: Beritasatu.com )
John Lory / LES Rabu, 23 Oktober 2019 | 12:45 WIB

Palu, Beritasatu.com - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng) Zainal Abidin mengharapkan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) yang baru dilantik, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dapat memprioritaskan penguatan keagamaan bagi setiap umat beragama demi kedamaian dan persatuan bangsa.

"Kita ingin Presiden dan Wakil Presiden termasuk kabinet yang baru, memprioritaskan penguatan keagamaan bagi setiap agama. Agama merupakan satu-satunya rujukan yang terbaik demi kesatuan dan persatuan bangsa, " kata Zainal Abidin, Selasa (22/1/2019).

Pakar pemikir Islam modern itu mengatakan, penguatan pemahaman keagamaan sangat penting. Karenanya visi-misi presiden dan wapres yang baru dilantik pada tanggal 20 Oktober 2019 perlu didukung semua pihak untuk kepentingan kesejahteraan rakyat baik dari segi politik maupun agama.

Menurut dia, selain penguatan pemahaman keagamaan, presiden dan wapes juga perlu meningkatkan kerukunan antarumat beragama serta mengembangkan Islam Nusantara dan berkemajuan di lapisan masyarakat. Hal ini guna meminimalisasi gesekan-gesekan yang dapat memicu timbulnya perselisihan.

"Kita tidak perlu berselisih paham, saat ini mari bersama-sama bergandengan tangan mendukung langkah pemerintah untuk memajukan bangsa," papar Zainal.

Ketua MUI Kota Palu ini menilai, pada kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf kali ini terdapat sejumlah tokoh agama diangkat menjadi jadi menteri. Karenanya dengan pelibatan para pemuka agama dalam sistem pemerintahan diharapkan dapat memberikan perubahan lebih baik terhadap memberikan jaminan dan perlidungan terhadap kerukunan antarumat beragama di Indonesia.