Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim: Saya Mulai Jadi Murid

Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim: Saya Mulai Jadi Murid
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kanan) dalam acara serah terima jabatan dengan Menristekdikti Mohamad Nasir. ( Foto: Beritasatu.com/Maria Fatima Bona )
Maria Fatima Bona / CAH Kamis, 24 Oktober 2019 | 07:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) 2019-2024, Nadiem Anwar Makarim mengatakan, tidak memiliki program prioritas 100 hari pertama. Langkah pertama yang akan dilakukan Nadiem adalah menjadi murid yang baik, yakni duduk dan mendengar serta berdiskusi dengan para pakar yakni para eselon yang akan membantunya dalam mewujudkan misi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul sesuai harapan Presiden Jokowi.

"Saya di sini bukan untuk menjadi guru. Saya di sini untuk menjadi murid. Saya mulai dari nol di pendidikan tetapi saya akan belajar sebanyak- banyaknya selama di sini," kata mantan CEO Gojek ini pada saat serah terima Jabatan dengan Mendikbud Kabinet Kerja I, Muhadjir Effendy di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Rabu(23/10/2019).

Nadiem menuturkan, dia akan belajar dengan cepat untuk mengaplikasikan apa yang diamanahkan Jokowi. Meski diakui memikul tanggungjawab yang cukup besar dan berat, tetapi ia menerimanya sebagai sebuah kehormatan. Nadiem meyakini pendidikan menjadi faktor kunci untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa depan.

"Kehormatan yang luar biasa untuk saya hari ini diberi amanah oleh Presiden. Tapi yang terpenting adalah mengapa kehormatan? Orang- orang di dalam ruangan ini adalah ujung tombak terpenting dari masa depan kita karena tanpa merubah mindset generasi berikutnya Indonesia tak kan bisa maju lebih tinggi di panggung dunia," ujarnya.

Dalam menjalankan program yang diamanahkan Presiden, Nadiem menuturkan, akan menerapkan prinsip gotong royong yang merupakan budaya Indonesia, yakni masalah pendidikan dan kebudayaan harus menjadi perhatian semua pihak seperti guru, organisasi masyarakat, orang tua murid, serta stakeholder lainnya. “Ini asas dan nilai yang akan saya bawa dalam semua kegiatan kita. Baik dalam kementerian dan lain-lain,” ujarnya.

Dia menyebutkan, cukup banyak tantangan yang harus diselesaikan, salah satunya adalah terkait skala pendidikan di Indonesia yang sangat besar. "Jumlah muridnya, jumlah gurunya, jumlah pemerintah daerahnya. Dan semua tersebar di archipelago terbesar di dunia, yaitu di Indonesia. Jadi tantangan terbesar adalah skalanya," terang dia.

Pada kesempatan sama, Nadiem juga mengucapkan terima kasih terhadap mantan Mendikbud Mohadjir Effendy dan mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir yang telah berjasa menjalankan sejumlah program untuk pendidikan.

Seperti diketahui, Nadiem menjadi Mendikbud membidangi pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi yang sebelumnya menjadi bagian dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Namun, pada Kabinet Jilid II ini, Jokowi memutuskan untuk kembali menggabungkan pendidikan dasar dan menengah(Dikdasmen) dan pendidikan tinggi(Dikti) dalam satu kementerian yaitu Kemdikbud.

“Mohon enggak apa-apa kalau saya ganggu terus karena saya butuh mentor-mentor yang bisa membantu saya menjadi pemimpin yang baik,” tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com