Asap Tebal Kembali Selimuti Kota Jambi

Asap Tebal Kembali Selimuti Kota Jambi
Asap yang menyelimuti Kota Jambi, Sabtu (12/10) pagi masih cukup tebal. Asap membuat kualitas udara menurun hingga masuk kategori tidak sehat. Gambar diambil,Sabtu (12/10/2019) pagi. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / FMB Kamis, 24 Oktober 2019 | 10:50 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi yang sudah sempat nyaris bersih dari kabut asap dua hari terakhir kembali diselimuti asap tebal. Munculnya asap tersebut disebabkan terbakarnya kembali lahan gambut di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Kebakaran lahan gambut di Tanjung Jabung Timur tersebut terjadi kembali menyusul tidak turunnya hujan di daerah itu Rabu (23/10/2019).

Pantauan SP di Kota Jambi, Kamis (24/10/2019) hingga pukul 08.00 pagi, asap tebal masih menyelimuti kota tersebut kendati panas matahari dan tiupan angin meningkat. Asap tebal membuat jarak pandang terbatas sekitar 1,5 kilometer (km). Tebalnya asap membuat bau asap kembali terasa sampai ke dalam rumah, pernafasan terganggu dan mata terasa pedih.

Meningkatnya asap tersebut membuat warga Kota Jambi juga kembali semakin banyak yang menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Namun asap tidak sampai mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi.

Asap sempat menipis di Kota Jambi beberapa hari terakhir menyusul meningkatnya curah hujan di Jambi. Namun ketika curah hujan menurun, Rabu (23/10/2019), titik api dan asap muncul lagi.

Sementara itu, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Addi Setiadi kepada SP di Jambi, Kamis (24/10/2019) pagi mengatakan, titik api muncul kembali di Jambi menyusul tidak turunnya hujan. Jumlah titik api yang terpantau satelit Terra/Aqua Aqua milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Jambi, Rabu (23/10/2019) sore hingga Kamis (24/10/2019) pagi ada dua. Titik api tersebut terdapat di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Titik api tersebut diperkirakan berada di kawasan hutan dan lahan gambut, sehingga menyebarkan asap hingga ke Kota Jambi.

Sementara kualitas udara di Kota Jambi hingga Kamis pagi masih tetap berada pada status sedang. Berdasarkan pantauan SP pada alat pemantau kualitas udara (Air Quality Monitoring System/AQMS) di depan kantor Wali Kota Jambi, Kamis (24/10/2019), angka indeks standar pencemaran udara (ISPU) di kota itu mencapa 80 partikel per million (ppm) atau kategori kualitas udara sedang.



Sumber: Suara Pembaruan