Personel Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-N Unifil Gelar Latihan Menembak Kelompok

Personel Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-N Unifil Gelar Latihan Menembak Kelompok
Personel Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Konga XXIII-N Unifil mengikuti latihan di PMPP TNI, Sentul, Bogor, Rabu, 23 Oktober 2019. (Foto: Istimewa / Puspen TNI)
Asni Ovier / AO Kamis, 24 Oktober 2019 | 13:09 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Personel Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Konga XXIII-N Unifil yang saat ini sedang melaksanakan Pre Deployment Training (PDT) di daerah latihan PMPP TNI, Sentul, Bogor, dalam dua hari terakhir melaksanakan latihan menembak senjata kelompok di lapangan tembak Kodam Jaya, Ciampea, Kabupaten Bogor, pada 21 hingga 22 Oktober 2019.

Dalam siaran pers Puspen TNI, Kamis (24/10/2019), Dansatgas Yonmek TNI Konga XXIII-N Unifil Lebanon, Letkol Inf Prasetyo Ari Wibowo mengatakan, latihan ini bertujuan untuk memelihara kemampuan personel bintara dan tamtama yang memiliki kualifikasi penembak senjata kelompok.

“Latihan menembak senjata kelompok ini dilaksanakan guna memelihara dan meningkatkan kemampuan para personel yang akan melaksanakan misi pasukan perdamaian dalam menggunakan beberapa jenis senjata kelompok, antara lain senjata Sniper, SMB, menembak senjata kendaraan tempur Anoa, SMR, SMS, dan Minimi,” katanya.

Dansatgas mengatakan, latihan tersebut selalu digelar secara rutin pada saat PDT berlangsung agar setiap personel yang akan berangkat ke daerah misi semakin mahir dan terampil dalam menggunakan senjata kelompok.

“Sebagai prajurit yang memiliki kualifikasi senjata kelompok, penggunaan senjata ini harus terus dilatihkan, sehingga dalam pelaksanaan tugas nantinya para prajurit sudah mampu menggunakan senjata ini dengan baik dan benar,” ujarnya.

Sebelum melaksanakan latihan menembak senjata kelompok, seluruh personel terlebih dahulu disegarkan kembali dengan materi tentang tata cara menembak sesuai dengan prosedur yang ada. sehingga pada pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Selama latihan, keselamatan dan keamanan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh seluruh penembak. Tidak boleh ada yang bermain-main selama latihan. Semua peserta latihan harus mengikuti arahan pelatih yang telah ditunjuk secara ketat oleh komando latihan,” tegasnya.

Kegiatan menembak senjata kelompok yang dilaksanakan oleh ratusan personel bintara dan tamtama tersebut dilakukan dengan beberapa sikap, antara lain sikap tiarap dengan jarak tembak 100 meter.

“Hasil penilaian yang dilaksanakan oleh pelatih selama dua hari menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan, karena hampir seluruh personel yang terlibat mendapatkan nilai menembak lebih dari yang dipersyaratkan. Hasil yang dicapai ini merupakan salah satu bukti bahwa Satgas Yonmek XXIII-N Unifil telah siap untuk dikirim ke daerah misi PBB di wilayah Lebanon Selatan,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan