Indonesia Berpeluang Kembangkan Budaya Populer

Indonesia Berpeluang Kembangkan Budaya Populer
Partai Nasdem menggelar serial Focus Group Discussion (FGD) ke-IV GBHP Nasdem Bidang Sosial dan Budaya "Pop Culture Nusantara" di Auditorium DPP Partai Nasdem, Kamis (24/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Yeremia Sukoyo )
Yeremia Sukoyo / FER Kamis, 24 Oktober 2019 | 18:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi bangsa pengkonsumsi budaya populer atau Pop Culture dunia. Saat ini, peluang pengembangan budaya populer Indonesia masih cukup besar dan diyakini bisa mengalahkan banyaknya budaya populer yang dikembangkan negara-negara lain di dunia.

"Padahal peluang pengembangan pop culture Indonesia di dunia sangat besar. Kalau tidak bisa dikembangkan, maka Indonesia hanya menjadi bangsa pengkonsumsi budaya populer," kata Wakil Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Ricky Joseph Pesik, dalam Focus Group Discussion (FGD) serial diskusi ke IV GBHP Nasdem Bidang Sosial dan Budaya "Pop Culture Nusantara", di Auditorium DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Menurut Ricky, penggerak pop culture di dunia memang berasal dari para pekerja kreatif. Pop culture merupakan counter culture yang sudah menjadi konsumsi publik. Pop culture itu harus bisa dikonsumsi massal dan bisa menjadi selera baru di tengah masyarakat.

"Seharusnya kita harus bisa menjadi pemain utama pop culture di dunia. Kita memiliki cukup seniman atau pelaku kreatif. Tugas pemerintah adalah untuk mematangkan ekosistem budaya populer," ucap Ricky.

Kedepannya, kata Ricky, dirinya berharap agar Indonesia dapat menjadi pemain utama budaya populer di tataran global. Untuk mendukung ini, Bekraf pun menjadi pengusul kepada PBB agar 2021 menjadi tahun ekonomi kreatif dunia.

Menurutnya, industri ekonomi kreatif saat ini sudah menyumbang sekitar 30 persen perekonomian dunia. Tapi dalam kebijakan ekonomi banyak negara, industri kreatif justru masih termarginalkan, termasuk di Indonesia sendiri.

Salah satu budaya populer yang berhasil dikembangkan negara-negara di dunia adalah budaya populer Korea yang berhasil menguasai pasar Indonesia, serta memikat masyarakat luas dengan dramanya. Korea mengembangkan dengan penciptaan musik Korea. Korean Pop (Musik Pop Korea) disingkat K-pop, adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan.

Pengembangan industri ekonomi kreatif bisa dilakukan dengan berbagai ragam cara. Mulai dari musik, film, kerajinan, gaya hidup, budaya dan lain sebagainya. Di Indonesia sendiri ada sejumlah aktor yang berhasil menembus budaya populer dunia, namun ironisnya justru budaya populer yang dimiliki dikembangkan di luar negeri.

Anggota DPR Fraksi Nasdem Periode 2019-2024, Muhammad Farhan, menjelaskan, saat ini sekitar 40,1 persen milenial memiliki akun instagram. Seharusnya, keberadaan media sosial tersebut bisa dimaksimalkan untuk mendorong pengembangan pop culture Indonesia.

"Karakter anak muda zaman sekarang ingin mencari anti mainstream. Pop culture mampu melintasi berbagai sekat kehidupan. Namun, pop culture juga harus melahirkan generasi yang kritis dan membangun," kata Farhan.



Sumber: Suara Pembaruan