Kejurnas Arung Jeram di Kerinci Momentum Gaungkan Pariwisata

Kejurnas Arung Jeram di Kerinci Momentum Gaungkan Pariwisata
Ilustrasi arung jeram. ( Foto: Antara )
Radesman Saragih / JEM Selasa, 29 Oktober 2019 | 03:05 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi diminta mendukung pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram ke-22 yang direncanakan digelar di Desa Pulau Sangkar, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi awal November mendatang. Dukungan Pemprov Jambi pada pelaksanaan kejurnas arung eram tersebut penting agar kerjurnas arung jeram tersebut dapat terlaksana bersamaan dengan Festival Danau Kerinci dan Tour de Singkarak.

“Terselenggaranya Kejurnas Arung Jeram ke-22 Tahun 2019 di Kabupaten Kerinci bersamaan dengan Festival Danau Kerindi dan Tour de Singkarak akan menjadi momentum menggaungkan pariwisata Jambi ke tingkat nasional dan internasional,”kata Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Jambi, Pontas Sitanggang di Jambi, Senin (28/10/2019).

Menurut Pontas Sitanggang, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengenai rencana Kejurnas Arung Jeram ke-22 di Kerinci. Namun hingga kini belum ada respon. FAJI Jambi berharap Gubernur Jambi bisa memberi jawaban terhadap rencana pelaksanaan kejurnas arung jeram tersebut agar kejurnas arung jeram tersebut bisa dirangkaikan dengan kegiatan wisata Festival Danau Kerinci dan Tour de Singkarak.

Pontas Sitanggang lebih lanjut mengatakan, pihaknya sudah siap menggelar Kejurnas Arung Jeram ke-22 di Desa Pulau Sangkar, Kabupaten Kerinci. Kejurnas arung jeram tersebut direncanakan berlangsung 1 – 5 November 2019 bersamaan dengan Festival Kerinci dan Tour de Singkarak. Kejurnas Arung Jeram ke-22 Tahun 2019 tersebut diikuti 700 orang peserta dari 19 provinsi di Indonesia.

Dikatakan, provinsi yang sudah memastikan ikut kejurnas arung jeram tersebut, yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumetara Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Makassar dan Sulawesi.

“Peserta kejurnas arung jeram ini cukup banyak. Jika kejurnas arung jeram ini bisa digelar bersamaan dengan Festival Danau Kerini dan Tour de Singkarak, gaungnya akan semakin luas. Wisatwan yang berkunjung ke Kerinci juga meningkat,”ujarnya.

Dijelaskan, pada pelaksanaan Kejurnas Arung Jeram ke-22 di Kerinci tersebut, para atlet akan menginap di rumah-rumah penduduk. Dengan demikian, warga masyarakat bisa mendapatkan penghasilan dari kegiatan kejurnas arung jeram tersebut.

"Saat ini warga sudah banyak membersihkan rumah ereka agar benar-benar siap menerima kehadiran para atltet kejurnas arung jeram. Kami berupoaya kejurnas arung jeram memberikan manfaat bagi warga di Kerinci,”katanya.

Sementara itu, penasehat dan pelatih tim arung jeram Provinsi Jambi, Edo Candra mengatakan, pihaknya mengirimkan tim arung jeram Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Sarolangun dan Bungo ke Kejurnas Arung Jeram ke-22 di Kerinci tersebut. Semua tim arung jeram lima daerah tersebut sudah dipersiapkan dengan matang.

“Targetnya, tim arung jeram Provinsi Jambi bisa meraih juara umum. Peluang meraih juara umum ada sebab tim arung jeram dari Kota Jambi dan beberapa kabupaten sudah sering meraih prestasi di tingkat nasional,”katanya.

Dijelaskan, Kejurnas Arung Jeram ke-22 di Kerinci tersebut terdiri dari empat kategori usia, yakni kategori pemula usia 19 tahun (U – 19), katagori junior usia 23 tahun (U – 23), kategori terbuka (open) di atas usia 23 tahun dan kategori master di atas usia 40 tahun. Cabang yang diperlombakan pada kejurnas arung jeram tersebut, kelas river rescue, head to head, slalom run dan down river race.

"Panjang lintasan untuk kelas head to head dan slalom run sepanjang 300 meter. Kemudian panjang lintasan kelas down river race sepanjang 10 kilometer untuk putra dan putri semua kelas,”katanya.



Sumber: Suara Pembaruan