Bandara Husein Sastranegara Dijadikan Hub Pesawat Propeller

Bandara Husein Sastranegara Dijadikan Hub Pesawat Propeller
Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia. ( Foto: ANTARA FOTO / Teresia May )
Thresa Sandra Desfika / FER Rabu, 30 Oktober 2019 | 21:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Angkasa Pura (AP) II memutuskan bahwa Bandara Husein Sastranegara, Bandung akan dijadikan bandara hub bagi penerbangan pesawat baling-baling (propeller) untuk rute penerbangan dalam dan keluar Jawa.

Baca Juga: Pesawat ATR 72-600 Lengkapi Armada NAM Air

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, mengatakan, pembicaraan dengan sejumlah maskapai telah dilakukan untuk mendorong agar operasional propeller seperti ATR 72 dan sejenis bisa dipusatkan di Bandung.

Infrastruktur dan lokasi Bandara Husein Sastranegara sangat tepat untuk menjadi hub pesawat propeller. Saat ini sudah ada 68 penerbangan propeller setiap hari untuk take off dan landing. Kami targetkan segera bertambah lagi, baik itu pembukaan rute baru atau penambahan frekuensi di rute eksisting. Estimasinya bisa menjadi 100 penerbangan sampai akhir tahun 2019 ini," ungkap Awaluddin dalam keterangan persnya, Rabu (30/10/2019).

Adapun maskapai yang saat ini mengoperasikan propeller di Bandung adalah Wings Air, Garuda Indonesia, NAM Air dan Citilink, dengan berbagai rute tujuan antara lain Surabaya, Bengkulu, Yogyakarta, Tanjung Karang, Halim Perdanakusuma, Solo, Pangkal Pinang, dan lain sebagainya.

Baca Juga: AP II Dukung Pengembangan Ibu Kota Baru

Awaluddin menuturkan, sejumlah rencana pengembangan di Bandara Husein Sastranegara juga akan disesuaikan menyusul keputusan menjadikan bandara itu sebagai hub propeller, di antaranya terkait dengan bengkel pesawat atau MRO (maintenance, repair, overhaul).

"PT Angkasa Pura II sudah berbicara dengan PT Dirgantara Indonesia terkait dengan MRO di Bandara Husein Sastranegara,” ungkap Muhammad Awaluddin.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan, Bandara Husein Sastranegara yang menjadi hub propeller ini akan mendukung penuh operasional Bandara Kertajati di Majalengka. AP II sendiri menyiapkan Bandara Kertajati untuk melayani penerbangan pesawat jet baik itu berbadan sedang (narrow body) atau berbadan lebar (wide body).

"Bandara Kertajati itu adalah masa depan dari Jawa Barat. Runway di bandara itu berukuran 3.000 meter x 60 meter sudah bisa untuk melayani penerbangan wide body bukan saja Airbus A330 atau Boeing 777, tapi juga hingga sekelas Airbus A380," papar Awaluddin.



Sumber: BeritaSatu.com