Mahfud Tegaskan Wacana Pemekaran Papua Masih Dibahas

Mahfud Tegaskan Wacana Pemekaran Papua Masih Dibahas
Presiden Joko Widodo (tengah) mengunjungi lapangan bola Irai di Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Minggu, 27 Oktober 2019. ( Foto: Setpres )
Robertus Wardi / FER Kamis, 31 Oktober 2019 | 17:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengemukakan, wacana pemekaran propinsi baru di Papua masih dibahas. Pemerintah masih mencari jalan keluar agar pemekaran di Papua tidak menimbulkan kecemburuan bagi daerah lain.

Baca Juga: Pemekaran Papua untuk Percepat Pembangunan

"Saya sudah bicara dengan Mendagri pemekaran akan dilakukan tapi tentu dicari jalan-jalan proseduralnya agar tidak terjadi apa yang disebut kecemburuan. Kalau Papua itu kan memang nampaknya alternatifnya dimekarkan," kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (31/10).

Untuk di daerah lain, kata Mahfud, moratorium atau jeda sementara pemekaran tetap diberlakukan. Papua mendapat perlakuan khusus karena telah mempertimbangkan kondisi geografis wilayahnya.

Baca Juga: Presiden Akan Tindak Lanjuti Pemekaran Pegunungan Tengah Papua

"Untuk Papua, baik secara politis, secara ekonomis, ataupun administratif, memang diperlukan pemekaran wilayah," tandas Mahfud MD.

Mahfud menegaskan, pembahasan mengenai rencana pemekaran Papua ada di Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).  Pihaknya hanya menunggu laporan sekaligus koordinasi dari Mendagri.

"Itu penjurunya Mendagri. Namun, kita enggak boleh intervensi. Kita kan hanya mengkoordinasikan," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan