Polda Jambi Musnahkan 230 Kg Ganja Asal Aceh

Polda Jambi Musnahkan 230 Kg Ganja Asal Aceh
Ilustrasi pemusnahan narkoba. ( Foto: Beritasatu Photo )
Radesman Saragih / JAS Jumat, 1 November 2019 | 08:50 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Razia peredaran narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera wilayah Provinsi Jambi akan terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya memutus mata rantai peredaran narkoba jaringan Sumatera – Jawa. Razia narkoba di Jalintim Sumatera wilayah Jambi tidak hanya dilakukan pada bus penumpang, tetapi juga terhadap truk dan minibus.

“Patroli dan razia memberantasan narkoba di Jalintim Sumatera, Provinsi Jambi akan terus kami tingkatkan guna mmpersempit ruang gerak pengedar narkoba Aceh-Jambi-Jakarta. Selain itu tempat-tempat rawan peredaran narkoba di Jambi juga terus dipantau agar Jambi tidak dijadikan transit peredaran narkoba Sumatera-Jawa,” kata Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta seusai pemusnahan sekitar 230 Kg ganja di lokasi pemakaman umum, Paal 12, Pondok Meja, Kabupaten,Muarojambi, Provinsi Jambi, Kamis (31/10/2019).

Dijelaskan, peredaran narkoba melalui Jalintim Sumatera wilayah Jambi masih cukup tinggi. Hal tersebut ditandai dengan masih seringnya pengedar narkoba tertangkap di Jalintim Sumatera wilayah Jambi. Sekitar 230 Kg daun ganja kering yang dimusnahkan Polda Jambi tersebut juga hasil tangkapan pengedar ganja di Jalintim Sumatera wilayah Jambi, Agustus lalu.

Menurut Eka Wahyudianta, sekitar 230 Kg ganja kering asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tersebut diamankan dari tiga anggota jaringan pengedar narkoba Sumatera-Jawa di Jalintim Sumatera, Desa Tanjung Bojo, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi, 12 Agustus 2019.

Tiga tersangka anggota jaringan pengedar narkoba saat itu berhasil diamankan, yakni Subhi (50), Rozali (20), dan dan Yusran (20). Ketiga tersangka membawa ganja tersebut menggunakan dua minibus jenis Toyota Avanza nomor polisi BM 1671 BD dan BL 1071 PD.

Ketiga tersangka tertangkap setelah sempat terjadi kejar-kejaran dan tembak-menembak dengan polisi. Para tersangka mengaku mendapat upah Rp 25 juta par orang untuk mengantarkan ganja tersebut dari NAD ke Provinsi Lampung.

"Ketiga tersangka kini sedang menjalani proses hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi. Para tersangka dijerat dengan Pasal 111 Ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau dipidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda maksimum sebesar Rp 10 miliar,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com