Muncikari Asal Bekasi Ini Miliki 100 Lebih Nama Artis dan Model

Muncikari Asal Bekasi Ini Miliki 100 Lebih Nama Artis dan Model
Ilustrasi prostitusi online. ( Foto: BeritaSatu Photo/Danung Arifin )
Aries Sudiono / JAS Sabtu, 2 November 2019 | 10:03 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Prostitusi online (dalam jaringan) atau daring muncikari Soni Dewangga (SD), warga Bekasi, Jabar, dalam pemeriksaan lanjutan mengakui memiliki banyak artis dan model seksi yang ia rekrut sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Hasil pemeriksaan polisi ada lebih dari 100 orang talen yang dikomersialkan, dan 42 di antaranya adalah jaringan yang sama dengan muncikari yang menangani Vanessa Angel. Artinya, selain bergabung dengan mucikari penjual VA, mereka juga ikut bersama dalam jaringan mucikari SD.

“Mereka ini beririsan. Selain ikut muncikari SD juga bergabung dengan muncikari yang dulu kita ungkap terkait dengan artis VA (27). Ada juga yang hijrah. Begitu jaringan artis muncikari VA itu kita bongkar, mereka ramai-ramai pindah ke muncikari SD,” ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Jumat (1/1/20191) sore. Namun Kapolda Luki enggan menyebut siapa saja nama-nama artis dan model yang sengaja dijerumuskan SD sebagai PSK.

“Kita masih dalami mereka (artis dan model) yang ada di dalam daftar tersangka SD. Sedangkan muncikari pelaksananya JL (51) memastikan, artis dan model yang ia tawarkan ke konsumen lelaki hidung belang didapat dari mucikari SD,” ujar Irjen Pol Luki Hermawan sambil memastikan, perempuan-perempuan cantik dan seksi yang dijual SD semuanya adalah public figure. Ada bintang film layar lebar, ada bintang sinetron dan ada beberapa penyanyi.

JL ikut kita tangkap bersamaan waktu dengan artis finalis Putri Pariwisata 2016, Putri Amelia Zahraman alias PA (23) di sebuah hotel di Kota Batu.

“Nanti mereka akan kami panggil satu persaru guna memastikan kebenarannya,” ujar Kapolda sambil menambahkan, akan menjadi lebih baik manakala nama artis, model yang masuk daftar PSK mucikari SD (dan JL) datang ke Mapolda Jatim untuk klarifikasi.

Sebab bisa jadi seretan nama PSK yang dikantongi mucikari SD hanya catutan guna menunjukkan "kekuasaannya" dalam merekrut PSK dari kalangan artis dan model. Perbedaan antara mucikasi SD dengan muncikari dari artis VA sebelumnya adalah, muncikari SD tidak menampilkan konten foto syur pekerja seks komersial (PSK)-nya, terkecuali dengan menyebut kondisi tubuh, tinggi badan dan hal-hal lain yang bersifat privasi.

“Makanya kini kita selain mendalami jaringan prostitusi, penyidik juga tengah mendalami kemungkinan unsur pidana lain dalam kasus ini. Pidana yang dimaksud yakni, pelanggaran Undang-Undang ITE, sebab ada beberapa konten yang kami duga menyalahi ketentuan,” ujar Luki. Ada beberapa pengiriman konten, seperti tinggi badan, berat badan, ukuran, warna kulit dan seterusnya terkait detail artis yang dimaui. Ada ukuran 34, 36, 38, kami masih koordinasikan. “Apakah itu (ukuran tubuh PSK 34,36,38) masuk dalam konten pornografi atau tidak,” katanya. Untuk itu pihaknya akan mendatangkan saksi ahli guna memastikan detail uraiannya.

Sementara itu dari pengakuan mucikari JL, untuk tarif yang dipasang mucikari SD dalam sekali kencan berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 75 juta tergantung artis mana yang dimaui pelanggan. Dari pasangan tarif kencan singkat itu, mucikari SD biasanya meminta bagian 40 persen, sedangkan JL dan artis akan memperoleh bagian masing-masing 20 persen dan sisanya untuk biaya transportasi dan akomodasi. Manakala pelanggan menghendaki kencan tambahan, biasanya dilakukan transaksi tambahan yang pada umumnya besaran tarifnya tidak diketahui mucikarinya. [ARS]



Sumber: Suara Pembaruan