Istri Ketahuan Selingkuh, Suami Dibunuh Lalu Dicor di Bawah Musala

Istri Ketahuan Selingkuh, Suami Dibunuh Lalu Dicor di Bawah Musala
Ilustrasi jenazah. ( Foto: Istimewa )
Aries Sudiono / FMB Selasa, 5 November 2019 | 10:53 WIB

Jember, Beritasatu.com - Surono (51) yang semula dikabarkan menghilang sejak April 2019 yang lalu, ditemukan terkubur di dalam rumahnya di Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Provinsi Jatim. Untuk menutupi perbuatan kejinya, pelaku dipastikan mengecor tubuh korban di bawah undakan tegel rumah setinggi 30 sentimeter yang kemudian di atasnya dipergunakan untuk tempat salat berukuran mini untuk satu orang.

“Sementara ini kita amankan lelaki yang sudah beristri berinisial JA (40) yang menjadi selingkuhan Nyonya Surono alias Busani (45), istri Surono yang diduga keras sebagai pelaku pembunuhan. Sedang Busani dan anak lelakinya, Bahar (23) sementara ini ikut diamankan sebagai saksi,” ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (5/11/2019).

Menurut keterangan saksi warga setempat yang disampaikan ke Kepala Dusun (Kasun) Joroju, Edi dan kemudian diteruskan ke polisi, Surono diduga keras sengaja dihabisi dan kemudian jasadnya dibeton karena memergoki JA sedang meniduri Busani di kamar rumah Surono. Saat itu anaknya Bahar sedang bekerja merantau ke Bali dan ibunya sendirian di rumah. Sebab Surono selama ini bekerja di perkebunan di Kalimantan dan jarang pulang ke rumah di Jember. Kasus itu sendiri menurut Kasun Joroju, ia terima dari keterangan Bahar beberapa waktu lalu ketika anak Surono itu masih berada di Bali.

Bahar mengaku sedang mencari jejak ayahnya dan menanyakan kepada ibunya. Ia terkejut karena mendapatkan pengakuan dari ibunya, bahwa ayahnya sudah tewas dibunuh JA. Pembunuhan itu terpaksa dilakukan karena JA diancam akan dihabisi Surono. Ayah Bahar dibunuh dengan pukulan linggis lalu jasadnya dibeton di lantai belakang. Setelah itu Busani ingin menikah dengan JA namun urung karena belakangan diketahui masih punya istri dan baru balik pulang dari bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Arab Saudi.

“Malam Jumat (1/11/2019) baru lalu Bahar menelepon ibunya, Busani, dan bercerita bahwa ibunya batal menikah dengan JA,” ujar Edi. Ketika itu Bahar menanyakan keberadaan ayahnya dan ditegaskan ibunya, tidak perlu menanyakan keberadaan Surono yang sudah dibunuh JA.

Suaminya terpaksa dibunuh karena memergoki Busani sedang bercinta dengan JA. Jasad ayahnya dikubur di bawah lantai musala yang ada di dekat dapur.

AKBP Alfian mengaku masih mempelajari dan mendalami kasus tersebut sambil menunggu hasil otopsi Tim Inafis dan DVI Polda Jatim. Namun demikian, JA sudah diamankan dan Busani beserta anaknya Bahar juga ikut diminta wajib lapor. Dibenarkan, dari hasil pengevakuasian jasad korban, ditemukan pula barang bukti kain sarung dan linggis besi berukuran mini.

“Ya, kami amankan linggis seberat 10 kilogram sepanjang 50 sentimeter dan kain sarung,” ujar Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal. Ia ikut menyaksikan prosesi pemakaman kerangka Surono di tempat pemakaman umum di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, sekitar 200meter dari rumah Busani, Senin (4/11) sore. 



Sumber: Suara Pembaruan