Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2019 Diperkirakan Menurun

Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2019 Diperkirakan Menurun
Ilustrasi bisnis sewa properti. (Foto: TCS)
Herman / JAS Selasa, 5 November 2019 | 15:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pada triwulan IV-2019 ini, kondisi bisnis diperkirakan masih tumbuh, namun dengan tingkat optimisme pelaku bisnis yang lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2019. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan IV-2019 diperkirakan sebesar 104,79, lebih rendah dibandingkan ITB triwulan III-2019 sebesar 105,33.

Kepala BPS, Suhariyanto menyampaikan, perbaikan kondisi bisnis yang diperkirakan terjadi selama triwulan IV-2019 disebabkan oleh adanya peningkatan order dari dalam negeri, harga jual produk, dan order barang input dengan nilai indeks masing-masing sebesar 113,05; 104,42; dan 102,92. Sementara itu, order dari luar negeri relatif menurun dengan nilai indeks sebesar 98,77.

Sementara itu untuk kategori lapangan usaha diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2019, kecuali pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang relatif stagnan (nilai ITB sebesar 100,34).

“Untuk kategori lapangan usaha dengan perkiraan peningkatan kondisi bisnis dan optimisme tertinggi terjadi pada kategori jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan nilai ITB 116,28,” ungkap Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin (5/11/2019).

Pada komponen pembentuk ITB mendatang, lanjut Suhariyanto, peningkatan tertinggi untuk komponen order dari dalam negeri diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan nilai indeks sebesar 131,40.

Sementara peningkatan harga jual produk tertinggi diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha konstruksi, dengan nilai indeks sebesar 110,58. Peningkatan order barang input tertinggi diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas dengan nilai indeks sebesar 110,94.

“Untuk komponen order luar negeri, seluruh kategori lapangan usaha diperkirakan mengalami penurunan,” terangnya.

Indeks Tendensi Konsumen

Sementara itu untuk perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK), kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV-2019 diperkirakan meningkat dengan tingkat optimisme yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Perkiraan nilai ITK triwulan IV-2019 sebesar 103,80.

Menurut Suhariyanto, perkiraan peningkatan kondisi ekonomi konsumen tersebut disebabkan oleh meningkatnya komponen pendapatan rumah tangga mendatang (nilai indeks sebesar 108,09). Sementara itu, komponen rencana pembelian barang tahan lama, melakukan rekreasi, maupun melaksanakan pesta/hajatan mengalami penurunan (nilai indeks sebesar 96,27).

Pada tingkat provinsi, peningkatan kondisi ekonomi konsumen diperkirakan terjadi di 28 provinsi. Perkiraan nilai ITK triwulan IV-2019 tertinggi terjadi di Provinsi Maluku, dengan nilai ITK sebesar 112,35. Sementara itu, nilai ITK terendah diperkirakan terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai ITK sebesar 90,25.

Kondisi Triwulan III-2019

Sementara itu terkait ITB di kuartal II-2019, Suhariyanto mengatakan ITB sebesar 105,33 menunjukkan kondisi bisnis secara umum terus tumbuh, walaupun optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (ITB triwulan II-2019 sebesar 108,81).

Dikatakan SuharIyanto, kondisi bisnis yang membaik pada triwulan III-2019 disebabkan oleh meningkatnya seluruh komponen pembentuk indeks, yaitu pendapatan usaha (nilai indeks 106,92), penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 107,56), dan rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 101,51).

Kondisi bisnis yang membaik dan optimisme pelaku bisnis tertinggi terjadi pada kategori lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas dengan nilai ITB sebesar 116,67. Sementara itu, kondisi bisnis terendah terjadi pada kategori lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, dengan nilai ITB sebesar 98,81.

Untuk ITK triwulan III-2019 sebesar 101,03. Nilai ITK ini menunjukkan bahwa secara umum konsumen merasakan perbaikan kondisi ekonomi, tetapi dengan optimisme yang lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (ITK triwulan II-2019 sebesar 125,68).

Ditambahkan Suhariyanto, meningkatnya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III-2019 disebabkan oleh terkendalinya inflasi, sehingga tidak berpengaruh terhadap konsumsi rumah tangga (nilai indeks sebesar 102,70). Sementara itu, komponen pendapatan dan volume konsumsi rumah tangga relatif stagnan terhadap triwulan sebelumnya, dengan nilai indeks masing-masing sebesar 100,39 dan 100,42.



Sumber: BeritaSatu.com