Polisi Tangkap Kelompok Pencuri Bagasi Pesawat

Polisi Tangkap Kelompok Pencuri Bagasi Pesawat
Bandara Internasional Kualanamu Medan. ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Bayu Marhaenjati / YUD Selasa, 5 November 2019 | 19:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Bandara Soekarno-Hatta, menangkap empat tersangka kelompok pencurian telepon genggam, di bagasi pesawat, di area kargo Bandara Internasional Kualanamu Medan, Sumatera Utara.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Ahmad Alexander Yurikho mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan polisi nomor: LP/49/K/VIII/2019/Resta BSH. Kronologi kejadian, bermula ketika tim operasional perusahaan jasa pengiriman barang melakukan pengiriman 16 koli kargo berisi handphone merek Oppo dan Realme dari Jakarta ke Medan, melalui Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 00.00 WIB, Jumat (19/7/2019) lalu.

"Setelah tiba di gudang kargo Bandara Kualanamu Medan, pihak yang mengurus pengambilan kargo mendapati jumlah kargo hanya sampai 15 koli. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil bahwa telah terjadi kehilangan satu koli berisikan empat unit HP merek Oppo, dengan kerugian Rp 27.945.000," ujar Alexander, Selasa (5/11/2019).

Dikatakan Alexander, setelah menerima laporan polisi, tim melakukan penyelidikan panjang dan akhirnya menangkap empat tersangka. Pertama atas nama Deni Iriawan selaku operator Bagagge Towinf Tractor (BTT) Bandara Kualanamu, berperan mengambil kargo yang di dalamnya terdapat empat handphone dan mengeluarkannya dari area Bandara Kualanamu untuk dijual.

Kedua, tersangka Syahrial, operator BTT Bandara Kualanamu, perannya membantu tersangka Deni mengambil kargo berisi empat handphone. Kemudian, tersangka Alfiansyah, membeli handphone curian dengan harga di bawah pasaran, dan terakhir tersangka Rinaldi diperintahkan tersangka Rihandi yang masih buron untuk menjual tiga handphone lainnya.

"Modusnya, tersangka 1 (Deni) dan 2 (Syahrial) yang bekerja di area kargo Bandara Kualanamu, melakukan pencurian dengan memasukkan empat handphone ke dalam tas ransel dan dibawa keluar area bandara. Kemudian, menjual kepada pihak lain untuk mendapatkan keuntungan," ungkapnya.

Alexander menyampaikan, para tersangka diamankan di wilayah Kota Medan dan sekitarnya.

"Rencana selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan Polres Deli Serdang dan melakukan pencarian serta penangkapan tersangka yang masih DPO," katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan dan Pasal 480 tentang penadah. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com