Dalam 5 Tahun, Presiden Targetkan 5.000 Km Jalan Tol Beroperasi

Dalam 5 Tahun, Presiden Targetkan 5.000 Km Jalan Tol Beroperasi
Jalan tol BSD Serpong. GA Photo/Mohammad Defrizal (Foto: ga photo / Mohammad Defrizal)
Thresa Sandra Desfika / YUD Rabu, 6 November 2019 | 16:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan jalan tol beroperasi sepanjang 4.500 - 5.000 kilometer (km) dalam kurun waktu 2019-2024. Angka tersebut melejit dari realisasi pengoperasian jalan tol selama 2015-2019 sepanjang 1.500 km.

Presiden memastikan, dalam 5 tahun ke depan, pemerintah tetap fokus melakukan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol. Hal itu guna mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain dalam sektor pembangunan infrastruktur.

"Indonesia jauh tertinggal dari negara tetangga kita. Sering saya ilustrasikan, sejak pembangunan Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi tahun 1978 sampai 2014, Indonesia hanya membangun 780 km jalan tol. Sedangkan, Tiongkok sampai saat ini telah membangun 280.000 km jalan tol," kata Jokowi dalam sambutannya pada acara pembukaan Konstruksi Indonesia 2019 di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Jokowi menambahkan, untuk mengejar ketertinggalan itu, Indonesia harus kerja ekstra sebagaimana yang sudah mulai diterapkan pada periode 2015-2019 yang berhasil mengoperasikan jalan tol baru sepanjang 1.500 km.

"Alhamdulillah kita harap akhir 2019 ini, kita akan memiliki kurang lebih 1.500 km jalan tol. Ini hanya lima tahun. Dan kita harapkan nanti lima tahun ke depan berada pada angka kurang lebih 4.500-5.000 km jalan tol," imbuh Kepala Negara.

Lebih jauh, Jokowi menuturkan, dengan upaya yang dilakukan, peringkat Indonesia dalam rangking pembangunan infrastruktur dunia di 2018 ada pada posisi 52. Capaian tersebut naik 30 peringkat dari posisi sebelumnya di 2010. Adapun untuk menggenjot pembangunan infrastruktur, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 430 triliun pada 2019 atau naik dibandingkan 2018 yang sebesar Rp 420 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com