Sistem Pengadaan Elektronik Tingkatkan Transparansi dan Buka Akses Pasar

Sistem Pengadaan Elektronik Tingkatkan Transparansi dan Buka Akses Pasar
Presiden Joko Widodo (tengah, berdiri) membuka Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bertema ?Transformasi Pengadaan di Era Digital untuk SDM Unggul Indonesia Maju" di Jakarta pada 6 -7 November 2019. ( Foto: LKPP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 6 November 2019 | 18:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Sistem pengadaan secara elektronik terbukti memudahkan proses pengadaan, meningkatkan transparansi dan membuka akses pasar pengadaan yang lebih baik. Ke depan, pengadaan barang dan/jasa pemerintah harus bertransformasi.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan yang diselenggarakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Jakarta pada 6-7 November 2019. Rakornas ini mengangkat tema “Transformasi Pengadaan di Era Digital untuk SDM Unggul Indonesia Maju”.

Kegiatan ini diikuti oleh 4.000 peserta perwakilan stakeholder pengadaan dari seluruh Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan Organisasi mitra pembangunan yang terkait.

Dibuka oleh Presiden Joko Widodo, rakornas ini juga dihadiri Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yassona H. Laoly, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo.

Kepala LKPP Roni Dwi Susanto mengatakan, ke depan, transformasi pengadaan di era digital seluruh belanja pengadaan pemerintah akan dilakukan dan tercatat dalam sistem elektronik. Dalam pengadaan, LKPP mengajak seluruh stakeholder untuk bertransformasi mewujudkan pengadaan yang lebih menjawab tantangan pengembangan SDM unggul.

"Dalam 5 (lima) tahun ke depan, Indonesia dihadapkan pada tantangan memajukan Indonesia melalui pengembangan SDM yang unggul. Pengadaan nasional harus mendukung misi tersebut dan semua stakeholder pengadaan juga perlu mendukung misi SDM yang unggul," ujarnya.

Transformasi pengadaan yang akan dilakukan oleh LKPP dan seluruh stakeholder, meliputi: Kebijakan dan strategi pengadaan yang inklusif dalam rangka pemerataan ekonomi dan percepatan pembangunan;
efektivitas proses dan membenahi pasar pengadaan;
pengembangan dan pembinaan SDM serta kelembagaan yang efektif; dan sistem penyelesaian permasalahan pengadaan.

Sampai saat ini, kata Roni, pengadaan nasional telah memiliki peraturan dan pedoman yang lebih sederhana dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Sistem Pengadaan

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sistem pengadaan nasional telah memfasilitasi belanja pengadaan pemerintah sebesar Rp 5.335 triliun. LKPP mencatat nilai transaksi melalui e-tendering sebesar Rp 1.737,8 triliun dan e-purchasing sebesar Rp 240,8 triliun, sedangkan sisanya dilakukan melalui skema pengadaan yang belum terakomodasi melalui sistem elektronik.

Dari nilai transaksi e-tendering, pemerintah berhasil dibukukan optimalisasi anggaran sebesar Rp 177,9 triliun dihitung dari selisih pagu dengan hasil tender.

Sebagai modal awal untuk mewujudkan SDM unggul, pengadaan nasional telah didukung oleh 270.000 personel yang bersertifikat, 84 lembaga pelatihan terakreditasi, 600 Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa dan Unit Layanan Pengadaan. Hal itu sejalan dengan upaya meningkatkan kompetensi SDM dan maturitas kelembagaan.

Menurut Roni, LKPP telah melakukan pendampingan proses pengadaan di banyak Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah antara lain Pembangunan Prasarana dan Penyelenggaraan Asian Games, Penyelenggaraan Asian Para Games, Pengadaan Logistik Pemilu, Palapa Ring serta pendampingan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Sistem pengadaan nasional yang dikembangkan LKPP juga mendorong keterlibatan masyarakat luas termasuk organisasi masyarakat, pemerhati pengadaan, jurnalis untuk turut serta melakukan pengawasan dalam proses pengadaan," tambah Roni.



Sumber: Suara Pembaruan