Keluh Kesah Kepala Satpol PP DKI Tertibkan Reklame
Logo BeritaSatu

Keluh Kesah Kepala Satpol PP DKI Tertibkan Reklame

Kamis, 7 November 2019 | 04:56 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin bekerja sama dengan sejumlah unsur satuan kerja perangkat dinas lainnya menggelar penertiban reklame di sepanjang Jalan Kemang Raya, Kamis (7/11) dini hari.

“Secara simultan bersamaan dengan penataan trotoar jalan, terutama yang menghambat dan menghalangi pekerjaan trotoar salah satunya tiang-tiang reklame. Pagi ini harus kami tertibkan, kami bongkar,” ujar Arifin di halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Penertiban reklame dini hari ini, kata Arifin, bukan menjadi yang terakhir. Namun, masih akan dilanjutkan lagi sampai rampung hingga tenggat akhir tahun. Dalam apel persiapan penertiban reklame di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Arifin menyampaikan sejumlah rencana prioritas yang harus mereka kerjakan. Berdasarkan rekomendasi dari Dinas Bina Marga, terdapat total 18 konstruksi sudah diprioritaskan untuk dibongkar.

Sementara itu, rekomendasi dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan, jumlahnya kurang lebih delapan konstruksi. Pada saat ini, tinggal empat konstruksi lagi yang belum diselesaikan. “Empat konstruksi ini dituntaskan dalam sepekan ke depan,” ujar Arifin.

Arifin menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong penegakan hukum jika empat reklame tersisa belum juga dibongkar sendiri oleh pemilik konstruksi. "Di dalam Perda Reklame Nomor 9 Tahun 2014, ada sanksi pidananya,” ujar Arifin.
Pemilik reklame dan pemilik konstruksi reklame yang melanggar bisa dikenai denda sebesar Rp 50 juta, atau kurungan penjara selama-lamanya 6 bulan.

Penertiban
Penertiban reklame sejak Rabu (6/11) pukul 23.00 WIB, mulai dari depan Restoran Toscana, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan hingga berakhir di persimpangan lampu merah turunan Kemangan, Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Konstruksi bangunan reklame LED milik PT City Vision Kemang Raya di Kemang Pulo berupa videotron berukuran 8 x 10 juga ikut dibongkar dalam kegiatan tersebut. “Kami dibantu Dinas Bina Marga dalam hal pengadaan alat berat (crane),” ujar Arifin.

Satpol PP dibantu seratusan anggota gabungan dari SKPD di DKI Jakarta, di antaranya dari Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau yang lebih dikenal dengan sebutan tim oranye. Selain itu, personel dari Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Energi, dan Dinas Pemadam Kebakaran. Mereka ditugasi pimpinan masing-masing untuk membantu Satpol PP dan Kecamatan Mampang Prapatan serta Kebayoran Baru untuk membersihkan konstruksi reklame di sepanjang jalan tersebut.

Sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 148 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame, kata Arifin, Satpol PP sudah melakukan tahapan-tahapan peringatan sebelum melakukan penertiban.
“Kami sudah memberi peringatan satu, peringatan dua, peringatan tiga. Memberi pemberitahuan sudah, bahkan memanggil pemilik konstruksi reklame itu,” ujar Arifin.

Sebelum memutuskan untuk pemanggilan pun, dia terlebih dulu mengumpulkan dokumen data tentang izin-izin apa saja yang dimiliki oleh pemilik konstruksi dan pelanggaran apa yang sudah mereka lakukan di tempat itu.
“Kami berit ahu pemilik konstruksi itu kalau keberadaan tiang konstruksi reklamenya telah melanggar ketentuan. Kami juga punya data, kemudian kami sampaikan kepada mereka,” kata Arifin.

Setelah pemanggilan itu, pemilik konstruksi bukannya taat aturan, malah seperti tidak mengindahkan peringatan yang diberikan Satpol PP. “Masih ada saja yang enggak mau bongkar,” ujar Arifin.

Ia mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penindakan bersifat administratif. Artinya, kalau tidak dibongkar sendiri oleh pemilik reklame, akan dibantu oleh Satpol PP.
“Kalau dia enggak mau bongkar, ya, terpaksa dibongkar paksa. Sekarang kami lakukan pembongkaran saja tanpa penegakan aturan-aturan yang lain,” katanya.

Pola penertiban yang dilakukan pun masih seperti biasa, yaitu reklame dilas, lalu dipotong, kemudian diangkat dengan crane. Ketika keadaan semuanya sudah terpotong, diturunkan ke aspal, lantas dicacah kecil-kecil untuk dimasukkan ke dalam truk, lalu dibawa ke gudang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kabar Baik, IPB dan BPI-BRIN Ciptakan Oxygen Concentrator Berbahan Baku Lokal

IPB University dan Balai Pengembangan Instrumentasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BPI-BRIN) berhasil menciptakan oxygen concentrator.

NASIONAL | 28 September 2021

Habib Luthfi: Indonesia Raya Bukan Sekadar Lagu, tetapi Ikrar

Dengan mengetahui dan mengenal sejarah maka masyarakat akan paham bagaimana para pendahulu bangsa ini berjuang dan bagaimana mereka mencintai bangsanya.

NASIONAL | 28 September 2021

Ini Upaya Sub PB PON Klaster Mimika Tertibkan Penonton PON di Papua

Jumlah tiket yang dijual saat ini sebagian besar atau 60% dijual melalui aplikasi di atas dan sisanya sebanyak 40% melalui offline.

NASIONAL | 27 September 2021

Hunian Kamar Hotel di Sumut Sudah Capai 50%

Kenaikan hunian hotel di Sumut terjadi secara bertahap sejak 24 Agustus 2021.

NASIONAL | 27 September 2021

Akhiri Masa Jabatan di APJII, Ini Catatan Kesuksesan Jamalul Izza

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menyebut pengurus yang dipimpinnya telah merealisasikan 94 persen amanat Munas tahun 2018.

NASIONAL | 27 September 2021

Banjir Bandang Hantam Puluhan Rumah Warga di Sumsel

Tidak ada korban jiwa untuk warga yang rumahnya rusak berat.

NASIONAL | 27 September 2021

Ini Para Sesepuh yang Memutuskan Siapa Pengganti Mangkunegara IX

Penentuan penerus takhta Mangkunegaran Solo kemungkinan setelah 100 hari wafatnya Mangkunegara IX atau sekitar akhir November.

NASIONAL | 27 September 2021

Menag: Insentif Guru Bukan PNS Madrasah Segera Cair

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, insentif ini secara bertahap akan segera cair

NASIONAL | 27 September 2021


Fahri Hamzah Apresiasi Kinerja Kejagung dalam Pemberantasan Korupsi

Fahri Hamzah mengapresiasi kinerja Kejgung dalam pemberantasan korupsi. Tolak ukurnya, penyelamatan uang negara sebesar Rp 26,1 triliun.

NASIONAL | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# SBY


# PKI



TERKINI
Habiskan Rp 26 Miliar, Venue Panjang Tebing PON Papua Berstandar Internasional

Habiskan Rp 26 Miliar, Venue Panjang Tebing PON Papua Berstandar Internasional

OLAHRAGA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings