Nadiem Akan Beri Kemerdekaan Belajar dalam Pendidikan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nadiem Akan Beri Kemerdekaan Belajar dalam Pendidikan

Kamis, 7 November 2019 | 08:02 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan akan memberikan kebebasan dan kemerdekaan dalam belajar mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga mahasiswa dan termasuk guru dan dosen. Tidak hanya siswa dan mahasiswa saja, menurutnya guru dan dosen juga ingin diberikan kebebasan untuk melakukan hal yang lebih mengarah ke industri 4.0.

Kebebasan yang tidak hanya akademis saja, yakni sistem pembelajaran tidak hanya di kelas tetapi bisa dimana saja.

"Jadinya tema saya adalah mereka belajar mau di perguruan tinggi sampai ke dasar menengah sampai PAUD adalah merdeka belajar. Menurut saya pendidikan karakter nggak bisa terjadi tanpa kemerdekaan tersebut," kata Nadiem saat bertemu dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di ruang kerjanya di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemdikbud), Rabu(6/11/2019).

Nadiem menambahkan, kebebasan dalam belajar ini untuk mewujudkan pendidikan karakter yang merupakan salah satu arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maka, ia mengembangkan pendidikan karakter dengan cara kekinian yang mudah diterima oleh generasi milenial.

"Pendidikan karakter akan dilanjutkan dan dibesarkan, dijadikan suatu hal yang lebih tangible untuk generasi milenial kita juga. Jangan lupa sekarang kebanyakan orang tua murid sudah generasi milenial dan guru-guru pun banyak yang muda. Jadi cara kita menyampaikan pendidikan karakter enggak bisa dengan tolong baca buku ini, kurikulumnya ini, enggak cukup," ujarnya.

Nadiem juga menyebutkan, pendidikan karakter ini akan dijalankan dalam bentuk kegiatan sehingga para siswa dan mahasiswa dapat melihat contoh dari orang dewasa sebagai panutan, yakni orang tua dan guru.

Selanjutnya, Nadiem menuturkan, selain kedua panutan, pendekatan langsung ke masyarakat melalui komunikasi langsung mengenai apa itu karakter, norma-norma yang baik, apa itu perilaku yang baik, bagaimana cara mendidik anak di rumah dan di sekolah dengan cara yang baik dengan berbagai macam hal yang mungkin banyak yang belum tahu.

"Misalnya jika anak menanyakan pertanyaan sebetulnya itu hal yang baik. Itu harus selalu didorong untuk menanyakan sebanyak mungkin. Banyak bertanya bukan artinya anak itu bodoh tetapi pintar karena serius ingin tahu," terangnya.

Soal UN dan Kurikulum

Pada kesempatan sama, Nadiem juga menjawab sejumlah pertanyaan seperti terkait Ujian Nasional (UN), kesejahteraan guru, hingga kurikulum. Nadiem menuturkan, UN sama seperti sistem zonasi yang saat ini sedang dikaji dengan mempertimbangkan pendapat dari para guru dan orang tua mengenai UN dan zonasi. "Jadi sedang kami kaji dari struktur sama tim feedback-nya. Jadi saya belum ada keputusan apa-apa, saya akan kaji ulang," katan pendiri Gojek tersebut.

Khusus untuk kurikulum, Nadiem menuturkan, sesuai arahan Presiden Jokowi, perubahan kurikulum yang dimaksud bukan hanya konten, melainkan penyederhanaan dan bukan sekedar hafalan. "Ini adalah PR saya untuk bisa mengubahnya, tapi itu bukan sesuatu yang bisa diubah dalam waktu cepat. Butuh pemikiran yang sangat matang dan butuh insight dari para guru-guru dan pihak lainnya. Jadi sebenarnya, apa basis saya untuk melakukan berbagai macam penyempurnaan dan penyederhanaan dan perubahan kurikulum, itu mengacu pada guru," tuturnya.

Nadiem menjelaskan, kurikulum yang desain harus berguna untuk bagi guru. Pasalnya, kunci pendidikan adalah guru karena mereka adalah pihak yang paling mengetahui seperti apa yang relevan untuk muridnya dan lain-lain. Dalam hal ini, Nadiem memastikan proses perubahan dan penyempurnaan kurikulum akan dilakukan berdasarkan masukan dari guru.

Menurut Nadiem, dalam pendidikan peran guru sangat penting. Teknologi itu hanya sebuah pendamping untuk menciptakan banyak hal dalam pendidikan seperti melakukan perubahan pelatihan guru.

"Dengan teknologi apa keuntungannya. Kita bisa mencapai pemerataan yang lebih baik sehingga konten-konten misalnya pelatihan guru, lesson planned, yang lain-lain itu bisa di daerah-daerah terpencil pun yang punya akses misalnya ke 3G, itu bisa dapat mengaksesnya yang sama di Jawa atau di kota. Tentunya masih banyak sekali yang perbaikan yang harus dilakukan dalam proses internet dan lain-lain. Ini juga merupakan PR kita bersama kementerian lain, untuk pemerataan," tuturnya.

Selain itu, Nadiem juga menuturkan, dengan mengunakan teknologi, para guru bisa memiliki kebebasan memilih apa yang lebih cocok untuk mereka berdasarkan materi pelajaran mana atau pelatihan yang menurut mereka itu lebih cocok.

"Jadi dengan teknologi semua bisa terjadi. Teknologi ini mendampingi, teknologi adalah tools hanya suatu alat bukan segalanya. Ujung-ujungnya adalah kualitas pembelajaran dalam kelas yaitu interaksi antara guru dan murid itu esensinya teknologi yang mendukung apa yang terjadi dalam kelas," ujarnya.

Nadiem menuturkan, memberi kebebasan pada guru ini berdasarkan hasil audiensi dengan para guru, penggiat pendidikan dan organisasi- organisasi guru yang menginginkan kebebasan dan kemerdekaan.

"Mereka ingin kebebasan dan kemerdekaan untuk apa yang terbaik bagi muridnya. Itu bikin saya sangat terharu mendengar motivasi mereka karena menurut saya yang terpenting dari guru adalah purpose dia atau hatinya. Hatinya itu mau ke mana. Kalau hatinya itu untuk murid dan untuk yang terbaik untuk murid itu kompetensi yang dipelajari dari manapun untuk mencapai yang terbaik bagi muridnya," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Asosiasi Biometrik Dorong RUU Perlindungan Data Pribadi Disahkan

Aosiasi Industri Teknologi Biometrik Indonesia berpandangan bahwa RUU PDP yang saat ini tengah dibahas di DPR dan pemerintah sebagai landasan hukum

NASIONAL | 20 September 2021

Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi: Diduga Kuat Korsleting Listrik

Polda Metro Jaya belum memastikan penyebab kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang menewaskan 49 warga binaan.

NASIONAL | 20 September 2021

Ibu Ageng Mertua SBY Akan Dikebumikan di Purworejo

Mertua SBY meninggal dunia dan akan dikebumikan di Purworejo, Jawa Tengah.

NASIONAL | 20 September 2021

Hakim Tolak Eksepsi Kasus Investasi Bodong Mantan Pegawai Perusahaan Minyak

Majelis hakim tolak eksepsi terdakwa dalam kasus penipuan serta penggelapan dan juga investasi bodong jual beli kelapa sawit.

NASIONAL | 20 September 2021

Kenang Sang Eyang, AHY: Panutan yang Selalu Bijaksana

AHY mengenang sosok sang eyang, Hj. Sunarti Sri Hadiyah binti Danu Sunarto atau Ibu Ageng Sarwo Edhie Wibowo yang meninggal dunia.

NASIONAL | 20 September 2021

Ibu Ageng, Mertua SBY Meninggal Dunia

Ibu mertua SBY, Hj. Sunarti Sri Hadiyah Sarwo Edhie Wibowo atau Ibu Ageng meninggal dunia.

NASIONAL | 20 September 2021

Pemerintah RI Bantu US$ 200.000 untuk Penanganan Covid-19 di Myanmar

Pemerintah Republik Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar U$ 200.000 kepada Myanmar untuk penanggulangan Covid-19.

NASIONAL | 20 September 2021

Polri Imbau 4 Buron MIT Menyerah

Polri mengimbau kepada empat orang jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk menyerahkan diri.

NASIONAL | 20 September 2021

Ahmad Sahroni Minta Polisi Cari Pelaku Penembakan Ustaz Arman di Tangerang

Ustaz Arman (43) meninggal dunia setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan rumahnya, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Cipondoh, Tangerang.

NASIONAL | 20 September 2021

Solusi Lapas Overcrowded, Amnesti atau Grasi Massal Narapidana?

Erasmus Napitupulu membeberkan dua mekanisme dalam mengatasi lapas overcrowded.

NASIONAL | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Meskipun Diizinkan Masuk Mal, Wagub Riza Imbau Anak Usia di Bawah 12 Tahun Tetap di Rumah

Meskipun Diizinkan Masuk Mal, Wagub Riza Imbau Anak Usia di Bawah 12 Tahun Tetap di Rumah

MEGAPOLITAN | 40 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings