Tantangan Pancasila di Tengah Budaya Aplikasi dan Politik Pragmatis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tantangan Pancasila di Tengah Budaya Aplikasi dan Politik Pragmatis

Kamis, 7 November 2019 | 11:03 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Membudayakan Pancasila di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini harus bisa menyelesaikan tantangan budaya kekinian yang didominasi oleh penggunaan aplikasi teknologi. Dan tantangan kekinian itu juga terjadi di dalam dunia politik nasional.

Menurut Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid, tantangan zaman sudah berubah dengan perkembangan teknologi yang ada. Saat ini, apapun itu menggunakan aplikasi teknologi. Bahkan para penganut paham yang bertentangan dengan Pancasila sekalipun menggunakan aplikasi dalam menyebarkan pemahamannya kepada masyarakat, khususnya kaum muda.

"Jadi sekarang budaya Pancasila itu ya lawannya itu dilawan dengan budaya aplikasi karena semuanya serba aplikasi," kata Jazilul dalam diskusi bertema Pancasila di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/11/2019).

Baginya, budaya anak muda hari ini adalah budaya aplikasi tersebut. Maka tantangannya adalah bagaimana mengaplikasikan Pancasila lewat aplikasi kekinian tersebut.

Sistem politik terkini pun tak terlepas juga dari perubahan yang ada. Jazilul mengatakan saat ini adalah era multipartai dengan sistem pemilihan terbuka. Dahulu juga ada era multipartai di Indonesia. Namun kini kondisinya berbeda.

"Saat ini, sama seperti milenial yang bila hendak beli makanan memakai aplikasi GoFood misalnya. Politik juga membuat aplikasi baru di masyarakat. Apa itu? Money politic namanya. Ya sebenarnya berbahaya pada tingkat nilai dan kebudayaan kita," bebernya.

Dari pengalamannya, ada budaya di masyarakat yang baru yang disebut dengan budaya tim Sukses dan relawan.

"Begitu seseorang bisa mendeklarasikan diri, di situ langsung muncul yang namanya tim sukses, di gang- gang di manapun di seluruh pelosok Indonesia, itu pasti ada pemulung suara yang disebut dengan apalah namanya, yang kemudian merubah pola," ujarnya.

Anggota DPD Agustin Teras Narang mengatakan, ada perubahan di bidang politik yang terjadi. Yakni kalau di era Orde Baru yang terjadi adalah 'kedaulatan negara' yang lebih menguntungkan penguasa, ke kedaulatan rakyat. Lalu itu dimaknai dengan kedaulatan demokrasi di mana peran rakyat lebih dominan.

Masalahnya, jika kemudian demokrasi yang mengedepankan sistem perwakilan itu tak diimbangi dengan kemauan rakyat mengenal calon pemimpinnya. Yang muncul adalah pragmatisme politik.

"Kalau sudah bicara kesempatan, tidak memaknai siapa yang dipimpin, tidak memaknai hak dan kewajiban sebagai rakyat untuk memilih pemimpin yang baik, benar dan adil, ini akan jadi bencana," kata Teras Narang.

Menurutnya itu bisa terjadi jika birahi kekuasaan pada calon pemimpin itu besar dengan tidak berpaku pada kepentingan rakyat, dipadu dengan kondisi rakyat yang tak belajar calon pemimpinya.

"Ini yang harus bisa kita sikapi bersama," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Novel Dipolisikan Politisi PDIP, KPK: Sudah di Luar Rasa Kemanusiaan

KPK menyayangkan orang-orang yang bertindak di luar rasa kemanusiaan, Novel merupakan korban dari teror yang membuat matanya cacat.

NASIONAL | 7 November 2019

Perlu Penelitian Menyeluruh terhadap Tanaman Kratom

Perlu dilakukan penelitian secara menyeluruh terhadap kandungan tanaman kratom dari berbagai aspek, sehingga diketahui secara pasti manfaat dan mudaratnya.

NASIONAL | 7 November 2019

M Nasir: Jika Diizinkan, Tata Niaga Kratom Harus Diatur

Jika perdagangan tanaman kratom diizinkan, maka nantinya tata niaganya harus diatur dengan baik.

NASIONAL | 7 November 2019

Menteri LHK Siti Nurbaya Ungkap Terobosan Pemerintah Hadapi Karhutla di 2020

Selain dukungan pemerintah pusat (sumber APBN),juga akan diperkuat melalui dana desa dan pemerintah daerah (sumber APBD, DBH-DR).

NASIONAL | 7 November 2019

Kualitas Air Danau Toba Makin Buruk, Pemerintah Diingatkan Batasi Eksploitasi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bertanggung jawab penuh mencegah ekspolitasi hutan kawasan Danau Toba.

NASIONAL | 7 November 2019

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Pembayaran Honor dan Kegiatan Katimbum Satpol PP di Bengkulu

Ada indikasi kuat unsur tindak pidana korupsi yang dikuatkan dengan dua alat bukti.

NASIONAL | 7 November 2019

39 Kandidat Calon Bupati dan Calon Gubernur Bengkulu Diajukan ke DPP Golkar

Kelima cagub Bengkulu yang diusulkan ke DPP Golkar di Jakarta, yakni calon petahana Rohidin Mersyah, Ahmad Hijazi, Imron Rosyadi, Isda Putra dan Rosjonsyah.

NASIONAL | 7 November 2019

Nadiem Akan Beri Kemerdekaan Belajar dalam Pendidikan

Kebebasan yang tidak hanya akademis saja, yakni sistem pembelajaran tidak hanya di kelas tetapi bisa dimana saja.

NASIONAL | 7 November 2019

Keluh Kesah Kepala Satpol PP DKI Tertibkan Reklame

Satpol PP sudah melakukan tahapan-tahapan peringatan sebelum melakukan penertiban.

NASIONAL | 7 November 2019

Sengketa Lahan Negara Motif Pembunuhan Dua Wartawan di Labuhan Batu

"Belum ditemukan indikasi terkait pemberitaan di balik motif pembunuhan. Namun, informasi ini akan didalami lagi dalam pemeriksaan," kata polisi.

NASIONAL | 6 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS