Hadirkan Harapan Baru, Tim Ekonomi Jokowi Harus Bergerak Cepat

Hadirkan Harapan Baru, Tim Ekonomi Jokowi Harus Bergerak Cepat
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019 ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / RSAT Kamis, 7 November 2019 | 18:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kabinet Indonesia Maju (KIM) telah resmi bekerja. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengakomodir berbagai elemen politik, termasuk kalangan profesional masuk dalam kabinetnya. Begitu juga kekuatan politik pemerintahan Jokowi tidak perlu diragukan di parlemen.

“Kini saatnya bekerja, harapan ada di pundak mereka. Kami berharap para menteri benar-benar dapat mengimplementasikan visi dan misi Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin, yakni membawa Indonesia maju, dan menyejaterahkan rakyat,” ujar Ketum Laskar Rakyat Jokowi, Riano Oscha dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (7/11/2019)..

Riano mengatakan pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin sepatutnya menghadirkan harapan baru. Gebrakan tim ekonomi yang berada di Kabinet Indonesia Maju sangat ditunggu oleh seluruh masyarakat.

Tim ekonomi harus bergerak cepat. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2019 sebesar 5,02%. Melambat dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu yang tumbuh 5,17%.

“Kini saatnya Kabinet Indonesia Maju bekerja membawa Indonesia maju dan membawa kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketum Forum Relawan Jokowi, Andi Azwan. Dia menyebutkan tidak ada lagi waktu berleha-leha, tim ekonomi wajib untuk terus kerja, kerja, dan kerja.

Menurutnya perekonomian dunia memang tengah mengalami tekanan yang cukup berat, bahkan sudah masuk kategori resesi. Tapi, bukan berarti itu menjadi alasan mutlak bahwa ekonomi Indonesia sulit menanjak.

“Kalau tidak ada terobosan signifikan, berarti tim ekonomi pemerintah bisa dikatakan tidak siap. Waspada dengan kondisi ekonomi global boleh saja, namun tetap harus dipikirkan solusinya,” kata Andi Azwan.

Sementara itu Ketua DPP Arus Bawah Jokowi, Supriyanto menyebutkan Presiden Jokowi menyampaikan, Indonesia punya potensi menjadi negara dengan pendapatan tinggi (high income country). Demi mencapai tujuan tersebut, maka perlu menggenjot ekonomi untuk keluar dari jebakan negara dengan pendapatan menengah (middle income country).

“Nah, ini tentunya tantangan bagi tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju,” katanya.

Dikatakan, tim ekonomi yang dipercaya oleh Presiden Jokowi, tentu orang-orang yang berpengalaman. Hanya saja, lagi-lagi publik ingin melihat aksi mereka.

“Buktikan bahwa mereka benar-benar kompeten, tidak sekadar hanya karena konsesi kekuasaan semata. Presiden Jokowi juga minta supaya menteri turun ke lapangan. Kami dukung penuh hal itu. Menteri jangan hanya duduk di belakang meja,” tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan