Kemhub Awasi Pemenuhan Hak Penumpang Sriwijaya Air

Kemhub Awasi Pemenuhan Hak Penumpang Sriwijaya Air
Sriwijaya Air. ( Foto: BeritaSatu Photo / Danung Arifin )
Thresa Sandra Desfika / JAS Kamis, 7 November 2019 | 20:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perhubungan (Kemhub) memastikan terpenuhinya keselamatan, keamanan, dan kenyamanan calon pengguna jasa maskapai Sriwijaya Air yang mengalami dampak pembatalan sejumlah rute penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti menyampaikan, berdasarkan informasi yang diperoleh, pembatalan sejumlah rute maskapai Sriwijaya Air merupakan imbas dari kondisi kerja sama yang kurang harmonis saat ini antara pihak Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia.

“Tugas kami sebagai regulator adalah memastikan terpenuhi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa transportasi udara dapat terjaga dengan baik sesuai yang diamanatkan Undang-Undang No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan,” jelas Polana dalam keterangannya, Kamis (7/11/2019).

Dengan terhentinya sejumlah layanan, lanjut Polana, saat ini Sriwijaya Air masih mengoperasikan 13 dari 30 unit pesawat udara yang dimiliki. Sisanya tidak dapat dioperasikan dikarenakan pesawat masih dalam masa periode perawatan. Namun ada pula yang dinyatakan aircraft on ground atau (AOG) sebagai dampak dari penghentian layanan penyediaan suku cadang oleh GMF Aero Asia.

“Saat ini seluruh inspektur penerbangan telah melaksanakan kegiatan pengawasan dan monitoring terhadap pemenuhan aspek keselamatan dan pelayanan penumpang Sriwijaya Air. Dan memastikan seluruh penumpang mendapatkan hak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Polana.

Dia menjelaskan, sesuai dengan ketentuan bahwa penumpang dapat melakukan proses penjadwalan ulang penerbangan, pengembalian biaya tiket (refund), serta apabila terjadi keterlambatan penerbangan juga ditangani sesuai dengan ketentuan delay management yang telah diatur sesuai ketentuan Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com