Pendaftaran Seleksi Terbuka Sekda Jabar Kini Resmi Dibuka

Pendaftaran Seleksi Terbuka Sekda Jabar Kini Resmi Dibuka
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 7 November 2019 | 20:38 WIB

BANDUNG, Beritasatu.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar kini resmi membuka seleksi terbuka untuk Sekretaris Daerah (Sekda) pada Kamis. (7/11)

Kepala BKD Jabar Yerry Yanuar menyatakan, Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN) sudah mengeluarkan rekomendasi seleksi terbuka dan akan memastikan prosesnya berlangsung sesuai regulasi serta menjunjung tinggi keterbukaan informasi. Sebagai posisi yang strategis, pengisian jabatan Sekda ini berperan penting agar roda pemerintahan dan pembangunan harus berjalan.

“Selain sebagai Kepala Perangkat Daerah, Sekda juga menjadi Kepala Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD), Ketua TKPRD, Ketua Tim Penilaiaan Kinerja, dan menjadi pejabat yang berwenang dengan kepegawaian,” ujar Yerry di Kantor BKD Jabar, Bandung, Rabu. (6/11)

Seleksi untuk jabatan Sekda Jabar ini akan berlangsung dalam berbagai tahap.

Proses pendaftarannya dibuka pada tanggal 7 hingga 21 November 2019. Pada 22 November, seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak akan berlangsung. Hasil administrasi juga akan menentukan peserta yang akan mengikuti assessment kompetensi dan potensi pada 25-26 November. Kemudian, seleksi akan dilanjutkan dengan penulisan makalah. Pada 3 Desember, panitia seleksi (pansel) akan mengumumkan hasil assessment ini. Proses seleksi juga akan dilanjutkan dengan seleksi kesehatan dan MMPI pada 5 Desember, serta wawancara pansel pada 9-10 Desember.

"Setelah wawancara, pansel akan mengumumkan tiga kandidat yang disampaikan kepada Gubernur Jabar untuk disampaikan ke Presiden RI,” ujar Yerry.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN, BKD Jabar telah menetapkan pansel yang berjumlah tujuh orang.

Untuk menyeleksi pejabat yang kompeten, pansel terdiri dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, Badan Kepegawaian Nasional, serta empat akademisi dengan latar belakang berbeda.

“Sesuai aturan, pansel dari internal atau birokrasi itu 45 persen. Tapi, karena tidak ada pejabat Eselon I-B yang selevel dengan jabatan yang diisi, pansel dari birokrasi berasal dari tiga kementerian,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia turut menegaskan pejabat dari instansi maupun daerah lain dapat ikut serta. Dia pun berharap akan ada banyak pendaftar dalam open bidding kali ini agar pansel dapat memilih pejabat yang benar-benar kompeten untuk menjadi Sekda Jabar.

Sebagai jabatan yang strategis, dibutuhkan seseorang yang dapat memberikan solusi karena ia berperan sebagai fasilitator antara kepala daerah dengan dewan, masyarakat maupun organisasi masyarakat.

Dengan menjunjung tinggi keterbukaan informasi, proses seleksi juga berlangsung terbuka via website agar publik bisa melihat, mendaftar maupun mengawasi. Hasil seleksi terbuka per tahapan juga akan dilaporkan di sejumlah media massa ataupun media sosial.

Untuk pendaftaran dan informasi mengenai ketentuan, persyaratan, dan tahapan seleksi terbuka dapat diakses di www.seleksiterbuka.jabarprov.go.id atau www.bkd.jabarprov.go.id.



Sumber: BeritaSatu.com