Ganjar Tegaskan Tak Ada Ampun untuk Calo Seleksi CPNS

Ganjar Tegaskan Tak Ada Ampun untuk Calo Seleksi CPNS
Ilustrasi seleksi CPNS. ( Foto: Antara )
Stefi Thenu / FER Kamis, 7 November 2019 | 21:52 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menegaskan, tak ada ampun bagi oknum atau calo yang mengaku bisa memuluskan seseorang untuk jadi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pemprov Jateng sendiri telah menyiapkan sejumlah simulasi untuk menghindari kekacauan seleksi CPNS.

"Saya mengingatkan, karena ini benar-benar transparan harapan saya hindari calo. Nanti kita akan umumkan kalau di Jawa Tengah kemana harus melapor karena ada help desk-nya. Termasuk menggunakan teknologi informasi. Mudah-mudahan lancar," kata Ganjar, di Semarang, Kamis (7/11/2019).

Pendaftaran tes CPNS di Provinsi Jawa Tengah bakal dibuka selama 15 hari dimulai tanggal 11-26 November. Untuk Pemprov Jateng ada 1.409 formasi, sementara untuk Pemkab/Pemkot se Jawa Tengah sebanyak 13.590 formasi.

Ganjar juga mewanti-wanti jika ada oknum seperti itu dan menyodorkan 'tarif' bisa dipastikan itu adalah calo. Untuk yang seperti itu, Ganjar tidak segan-segan untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwajib. Masyarakat pun diminta untuk turut aktif melaporkan.

"Jadi kalau ada yang menawari bisa memasukkan dan bayar sudah pasti itu calo. Segera laporkan, kalau ada direkam difoto syukur-syukur video biar kita laporkan polisi, jaksa. Ada help desk, silakan melaporkan," kata Ganjar.

Untuk menghindari kekacauan ujian seperti yang terjadi tahun lalu di beberapa tempat, Ganjar menjelaskan, telah menyiapkan sejumlah simulasi. Dari operasionalisasi komputer sampai simulasi teknis di sekitar lokasi ujian.

"Akan ada simulasi, simulasi mengoperasikan komputer dan simulasi ujian. Termasuk simulasi keramaian. Karena server ada di Jakarta, kita siapkan sarana hardware di sini. Ketiga simulasi keramaian. Antisipasi cuaca, alokasi waktu, konsumsi dan sebagainya. Apakah nanti perlu tenda atau bagaimana.

Selain simulasi, Ganjar mengatakan, Pemprov Jateng juga bakal melakukan pengawasan khusus pada pihak penyedia komputer. Karena diprediksi peserta tes CPNS ini bakal melampaui jumlah pendaftar tahun lalu yang mencapai 56.000 orang.

"Kita akan awasi secara khusus kepada pemenang tender. Menghindari kejadian ketika dia tidak mampu. Karena seleksi ini diprediksi bakal diikuti sekitar 70.000 pendaftar," tandas Ganjar.



Sumber: Suara Pembaruan