Bekuk Pengusaha Makassar Pembobol Bank, Tim Bareskrim Diapresiasi

Bekuk Pengusaha Makassar Pembobol Bank, Tim Bareskrim Diapresiasi
Ilustrasi Bareskrim Mabes Polri. ( Foto: Mabes Polri )
Yuliantino Situmorang / YS Jumat, 8 November 2019 | 08:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja tim buru sergap Bareskrim Polri yang berhasil menangkap tiga tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) diapresiasi.

Para tersangka itu adalah tiga orang pelaku yang diduga membobol Bank Permata lewat pengajuan kredit fiktif untuk pembiayaan proyek-proyek PT Pertamina (Persero) dengan plafon nyaris mencapai Rp 1 triliun.

“Saya mengapresiasi kinerja Polisi dalam hal ini Bareskrim yang berhasil melindungi warga negaranya dari kejahatan orang lain,” ujar Anggota Komisi III DPR Nasir Djami seperti keterangan tertulis yang diterima SP di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, pimpinan Polri bisa memberi penghargaan. Apalagi, penyidik di lapangan itu sudah lelah dan bekerja keras sehingga para buronan itu berhasil diciduk.

Ia juga meminta berkas perkaranya segera tuntas dan dilimpahkan ke Kejaksaan.

Sebelumnya, Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra belum bisa merinci tentang kasus tersebut karena masih berkoordinasi dengan Bareskrim.

Kabar yang beredar di kalangan jurnalis, tiga orang pelaku yang dibekuk itu pimpinan perusahaan berinisial PT MJPL, kontraktor rekanan Pertamina.

Mereka adalah, SG selaku direktur utama sekaligus pemegang saham dengan persentase 33,33%, Lalu SV selaku direktur sekaligus pemegang saham dengan persentase 33,33% dan TJ selaku komisaris.

Ketiganya disinyalir melakukan kejahatan dengan cara mengajukan kredit pembiayaan tujuh kontrak proyek Pertamina ke Bank Permata dan selanjutnya dilakukan pencairan kredit pada Desember 2013 hingga Mei 2015 sebanyak 61 kali sejumlah Rp 892,06 miliar.

Namun, pembayaran kewajiban mulai macet pada 2017, sehingga Bank Permata mulai curiga. Lalu, pada akhir 2017 Bank Permata meminta konfirmasi ke Pertamina dan direspons bahwa tujuh kontrak proyek itu fiktif.

Selanjutnya, Bank Permata melaporkan pengurus PT MJPL termasuk supplier ke Bareskrim atas dugaan tindak pidana penipuan, pemalsuan (surat, akta dan jaminan fidusia), pencucian uang berdasarkan Laporan Polisi No.Pol: LP/115/I/2018/Bareskrim tertanggal 24 Januari 2018, yang ditangani Subdit V Jatanwil Direktorat Tipidum Bareskrim Polri.

Kemudian, pada Desember 2018, penyidik menetapkan tiga pengurus PT MJPL sebagai tersangka yaitu SG, SV, dan TJ.
Ketiga orang itu merupakan pengusaha terpandang di Makassar. TJ dan SV adalah suami istri, sedangkan SG adalah adik TJ.
Kemudian, pada Juli 2019, saat pemanggilan lanjutan terhadap tiga orang tersangka oleh pihak penyidik, mereka mangkir.

Penyidik kemudian melakukan pencarian dan pada 29 Juli 2019, penyidik berhasil menemukan SG dan dilakukan penangkapan dan penahanan. Dua tersangka lainnya melarikan diri. Makanya, pada 31 Juli 2019, pihak Kepolisian menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terjadap TJ dan SV.

Diduga, modus operandi serupa juga dilakukan para tersangka di bank lain. Penyidik mensinyalir, mereka bekerja sama dengan para pejabat di pihak bank.

“Penyidik bisa mengungkap secara tuntas kejahatan ini agar tidak menjadi tren,” ujar dia.

 



Sumber: PR/Suara Pembaruan