Keluarga Bangga Himayatuddin Muhammad Saidi Jadi Pahlawan Nasional

Keluarga Bangga Himayatuddin Muhammad Saidi Jadi Pahlawan Nasional
Presiden Joko Widodo menyerahkan plakat anugerah gelar pahlawan nasional kepada ahli waris tokoh asal Sulawesi Tenggara Sultan Himayatuddin kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi di Istana Negara, Jakarta, Jumat 8 November 2019. ( Foto: Antara )
/ AB Sabtu, 9 November 2019 | 07:57 WIB

Baubau, Beritasatu.com - Salah seorang keturunan Oputa Yikoo mengaku bangga atas ditetapkannya almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yikoo) menjadi pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 120/TK/2019 tanggal 7 November 2019.

"Dari turunan yang mungkin berafiliasi langsung ataupun bukan, ada rasa bangga. Rasa bangga ini tercermin bukan hanya sekadar bagi orang Buton, juga Sulawesi Tenggara secara umum,” kata H IdrusTaufiq Saidi, di Baubau, Jumat (8/11/2019).

Cucu Oputa Yikoo ini mengatakan sejarah mencatat Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi melakukan perlawanan terhadap Belanda karena kesewenang-wenangannya. Semangat ini seharusnya juga bisa lahir pada generasi saat ini, baik keturunannya langsung maupun masyarakat Buton secara khusus.

Baca juga: Presiden Anugerahi Gelar Pahlawan kepada Wartawati dan Tokoh Kemerdekaan 

Perjuangan Sultan Himayatuddin melawan Belanda adalah perjuangan untuk menegakkan kedaulatan, terutama membebaskan bangsanya dari belenggu penguasaan Belanda. Perjanjian-perjanjian dari raja-raja terdahulu telah membuat rakyat Buton sengsara dan kerajaannya hanya memiliki kedaulatan semu. Upaya serta pengorbanan Sultan Himayatuddin dalam melawan penguasa Belanda dengan memimpin perlawanan gerilya di Gunung Siontapina menunjukkan tekad kuat dan contoh jiwa kepahlawanan bagi rakyat Buton.

Menurutnya, pengusulan Oputa Yikoo menjadi pahlawan nasional sebenarnya sudah cukup lama. Pada saat Sulawesi Tenggara dipimpin Gubernur Ali Mazi yang didukung Wali Kota Baubau, AS Tamrin, proses penetapan gelar pahlawan oleh pemerintah pusat menjadi lebih cepat.

“Kita sangat bangga dan mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Ali Mazi. Pemberian gelar pahlawan ini juga tidak terlepas dari keinginan dan keterlibatan beberapa kelompok masyawakat dan kalangan kampus yang membuat kajian serta tulisannya,” katanya.

Idrus Taufiq yang kini menjabat Kadis Perhubungan Baubau mengharapkan semangat almarhum bisa memberi inspirasi bagi generasi saat ini.



Sumber: ANTARA