FOR 11 Ajak Pelajar Indonesia Berkolaborasi Raih Generasi Emas

FOR 11 Ajak Pelajar Indonesia Berkolaborasi Raih Generasi Emas
Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Purwadi Sutanto, didampingi Direktur ISYF, Alghi Mustika (ketiga kanan) dan Ketua Panitia Forum Pelajar Indonesia ke-11 (FOR 11), Huda Rabbal Alam (kedua kanan) beserta tamu undangan pada saat pembukaan rangkaian kegiatan FOR 11 di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat 8 November 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. ISYF )
Indah Handayani / FER Sabtu, 9 November 2019 | 22:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia di tahun 2045, merupakan salah satu misi dari Indonesia Student & Youth Forum (ISYF), sebagai wadah bagi pemuda Indonesia berusia 15 tahun hingga 25 tahun. ISYF mengajak kalangan pemuda dari seluruh Indonesia berpartisipasi aktif dalam berbagai program sesuai dengan potensi, hobi, pengetahuan, keterampilan dan cita-citanya.

Audiensi peserta FOR 11 bersama Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat 8 November 2019.

Baca Juga: ISYF Dorong Kontribusi Milenial Dukung Pembangunan

Direktur Eksekutif ISYF, Alghi Mustika, mengatakan, salah satu program tahunan rutin yang diadakan oleh ISYF adalah Forum Pelajar Indonesia (FOR) yang tahun ini telah mencapai penyelenggaraan ke-11. Mengangkat tema 'Kolaborasi Pelajar Menuju Generasi Emas', ISYF mengajak pelajar Indonesia untuk bersama-sama mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan melalui program-program FOR 11.

"Kami percaya dengan semangat kolaborasi, kita akan mampu melakukan hal besar dalam berkontribusi dan memberi dampak yang luas, sehingga kita mampu mewujudkan cita-cita bersama yaitu menciptakan Generasi Emas Indonesia," ujar Alghi Mustika dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Baca Juga: Generasi Muda Harus Jadi Manusia yang Unggul

FOR 11 melibatkan 250 pelajar setingkat SMA-SMK-MA di seluruh Indonesia. Tahun ini, FOR diikuti oleh lebih dari 700 pendaftar yang kemudian diseleksi dan terpilih 220 siswa dari 192 sekolah di 29 provinsi di Indonesia. Berlangsung dari 6 November hingga 9 November 2019, kegiatan yang berpusat di Jakarta ini membuka ruang bagi pelajar untuk saling berdiskusi serta berbagi pengalaman untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan dan integritas pelajar Indonesia.

Alghi menambahkan, melalui rangkaian kegiatan FOR 11 ini, diharapkan para peserta bukan hanya mendapat pengalaman baru yang menambah wawasan, namun juga dapat memberikan kontribusi kepada lingkungan dan masyarakat di wilayah mereka tinggal.

"Harapannya, dengan seiring adanya pengembangan ISYF Chapter yang lebih luas di wilayah Indonesia, peserta FOR 11 dapat melakukan proyek sosial di daerahnya masing-masing secara lebih terstruktur dan terencana," tandas Alghi.

Baca Juga: 600 Pelajar di Bandung Terpapar Paham Radikal

Ketua Panitia FOR 11, Huda Rabbal Alam, menambahkan, peserta FOR 11 berkesempatan memiliki pengalaman luar biasa seperti berdialog langsung dengan para stakeholder serta tokoh nasional, dan anak muda inspiratif di Indonesia. Tak ketinggalan pengalaman berkunjung dan merasakan langsung fasilitas lembaga pemerintahan, perusahaan, media dan lain sebagainya.

"Berbagai rangkaian kegiatan sudah kami persiapkan untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan diri para peserta seperti, government visit, media visit, corporate visit, talkshow, dialog, focus group discussion (FGD), cultural festival, youth talk, CEO talk, social talk, Hi Alumi," jelas Huda.

Kegiatan FOR 11 kali ini melibatkan berbagai instansi pemerintahan, swasta dan yayasan seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Kementerian Kesehatan (Kemkes), BKKBN, DPR, DPD, Pertamina, Exxon Mobile serta aktivitis Isbanban Foundation dan doctorSHARE.

"Kami ingin berbagi pengalaman dan pandangan kepada para pelajar bahwa akses dan literasi kesehatan di Indonesia masih belum merata khususnya di timur Indonesia. Harapan kami generasi muda dapat lebih memahami permasalahan sosial dan kesehatan di Indonesia agar mereka dapat menghadirkan solusi yang tepat bagi permasalahan bangsa," ujar Faradila Nur'aini, relawan doctorSHARE.

"Hal yang paling membedakan FOR 11 dari 10 penyelenggaraan FOR sebelumnya adalah konsep FGD yang mengarahkan peserta untuk tidak hanya menganalisa permasalahan, tetapi juga mendapatkan coaching untuk membuat sebuah proyek sosial melalui chapter daerah mereka masing-masing," tambah Huda.



Sumber: BeritaSatu.com