Jaga Kedaulatan Bangsa, GO Indonesia Ajak Masyarakat Menghidupi Semangat Kepahlawanan

Jaga Kedaulatan Bangsa, GO Indonesia Ajak Masyarakat Menghidupi Semangat Kepahlawanan
Sekretaris Jendral (Sekjen) Generasi Optimis Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Generasi Optimis Indonesia )
Rully Satriadi / RSAT Minggu, 10 November 2019 | 18:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hari Pahlawan 2019 merupakan momen yang tepat bagi bangsa Indonesia merenungkan kembali arti sebagai anak bangsa yang berbakti bagi Ibu Pertiwi.

"Bung Karno, Bung Hatta, Sam Ratulangi, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Sisingamangaraja XII, Kapten Pattimura, Patih Jelantik, dan semua pahlawan bangsa ini telah berjuang pada zamannya masing-masing. Semua demi Ibu Pertiwi. Bagaimana dengan kita sekarang,” ujar Sekretaris Jenderal Generasi Optimis (GO) Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga di Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Horas Sinaga mengatakan pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta, phala-wan yang merujuk pada orang menghasilkan buah phala berkualitas bagi bangsa, negara, dan agamanya. Pahlawan juga menurut Horas Sinaga adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, dia berjuang dengan gagah berani.

Untuk itu GO Indonesia mengajak semua elemen bangsa untuk menghidupi semangat kepahlawanan di era post-milenial ini untuk bersama menjaga kedaulatan bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Horas Sinaga juga mendukung pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam Seminar Nasional Sespimti Polri di Jakarta, Jumat (08/11/2019). Nilai-nilai Pancasila harus menjadi jiwa yang menginspirasi seluruh pengaturan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia harus bangga memiliki Pancasila sebagai ideologi yang bisa mengikat kemajemukan.

Horas Sinaga setuju bahwa Empat Pilar MPR sebagai konsepsi kebangsaan dan kenegaraan merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia untuk berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa sendiri, sebagaimana dinyatakan oleh Bambang Soesatyo. Teladan kepahlawanan pun dipercayai dapat menambah semangat juang bagi generasi muda untuk memerangi semua ancaman bagi kemajuan bangsa.

Intoleransi
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina GO Indonesia, Mangasi Sihombing menyoroti bahwa tingginya praktik intoleransi akhir-akhir ini mendesak untuk segera diatasi mulai dari dunia pendidikan.

"Pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi sudah disusupi gerakan intoleransi. Karena itu GO Indonesia mendukung Presiden Jokowi memaksimalkan peran Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri, dan elemen-elemen lain yang terkait untuk mengatasi praktik intoleransi," kata Mangasi.

Mangasi pun menambahkan bahwa masalah ekonomi juga niscaya menjadi pemicu intoleransi sehingga ketidakadilan ekonomi dan timpangnya pembangunan perlu segera diatasi oleh pemerintah.

Seperti seruan Bamsoet bahwa kesadaran yang kuat tentang kesatuan kita dalam satu bahtera kehidupan yang bernama NKRI harus selalu dikumandangkan kepada seluruh anak bangsa.

“Generasi muda harus selalu disadarkan bahwa bahtera besar ini harus dijaga dan dirawat oleh semua orang yang menjadi penumpangnya karena keselamatan bahtera NKRI tidak hanya bergantung kepada nahkoda saja, tetapi kepada siapa saja yang ada di bahtera ini," tambah Mangasi  yang juga mantan Duta Besar untuk Hungaria, Kroasia dan Bosnia ini.



Sumber: Suara Pembaruan