Cagub Petahana Bengkulu Ikut Uji Kepatutan dan Kelayakan di Gerindra

Cagub Petahana Bengkulu Ikut Uji Kepatutan dan Kelayakan di Gerindra
Rohidin Mersyah ( Foto: Istimewa )
Usmin / JAS Senin, 11 November 2019 | 08:32 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Calon petahana Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Partai Gerindra guna mendapatkan dukungan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 mendatang.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Bengkulu, Suharto, di Bengkulu. Minggu (10/11/2019) mengatakan, selain calon petahana Rohidin Mersyah juga ada 8 kandidat cagub yang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Gerindra.

Kandidat cagub Bengkulu, yang pertama mengikuti uji kepatutan dan kelayakan adalah Rohidin Mersyah yang juga Ketua DPD Golkar Provinsi Bengkulu, kemudian disusul 8 kandidat cagub lainnya.

Adapun kandidat cagub yang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Gerindra Bengkulu, di antaranya Rosjonsyah, Imron Rosyadi, Izda Putra, Agusrin Maryono Najamudin, Tony Alfian, Ahmad Hijazi, dan cagub lainnya.

Suharto mengatakan, kandidat cagub yang mendaftar di Gerindra wajib mengikuti uji kepatutan dan kelayakan, karena hasil tes ini akan dijadikan dasar bagi pihaknya untuk memberikan rekomendasi ke DPP untuk mengusung kandidat terbaik di Pilgub 2020 mendatang.

"Kita akan mengambil 3 nama dari 9 peserta uji kepatutan dan kelayakan cagub Bengkulu, untuk direkomendasikan ke DPP Gerindra di Jakarta. Siapa saja yang akan kita rekomendasikan bergantung dari hasil tes nanti," ujarnya.

Yang jelas, lanjut Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, kandidat cagub yang akan diusulkan ke DPP memiliki visi dan misi membangun Bengkulu, serta memiliki peluang untuk terpilih di Pilgub 2020 mendatang.

Rohidin Mersyah usai mengikuti uji kepatutan dan kelayakan sebagai cagub petahana di DPD Gerindra mengatakan, dirinya sangat serius untuk mendapatkan dukungan dari Gerindra di Pilgub 2020.

Hal ini dibuktikan semua persyaratan yang diminta panitia penjaringan cagub dan cawagub DPD Partai Gerindra dipenuhinya dengan baik. "Saya sangat serius untuk mendapatkan dukungan dari Gerindra dan saya berharap dapat mengusung di Pilgub 2020 mendatang," ujarnya.

Cagub petahana ini tidak hanya mendaftar di Gerindra saja, tapi mendaftar di semua parpol yang memiliki kursi di DPRD Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan agar mendapat dukungan dari parpol sehingga bisa maju di Pilgub mendatang.

Selain itu, Partai Golkar untuk mengusung satu paslon cagub dan cawagub membutuhkan tambahan 2 kursi lagi melalui koalisi partai. Sebab, Golkar hanya memiliki 7 kursi di DPRD Provinsi Bengkulu.

Sedangkan syarat parpol di Bengkulu, untuk bisa mengusung satu paslon cagub dan cawagub harus minimal memiliki 9 kursi di DPRD setempat. Karena itu, Golkar harus mendapatkan partai koaliasi, salah satunya Gerindra yang memiliki 6 kursi di DPRD Bengkulu.

Jika Golkar dan Gerindra berkoalisi di Pilgub Bengkulu, maka calon petahana semakin kuat dan berpeluang besar untuk kembali terpilih menjadi Gubernur Bengkulu masa bakti 2020-2024 mendatang.

Saat ini, calon gubernur petahana Rohidin Mersyah memiliki elektabilitas teratas dibanding beberapa kandidat cagub lainnya. Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat Bengkulu, masih mengharapkan Ketua DPD Golkar ini kembali memimpin daerah ini hingga 2024 mendatang.



Sumber: Suara Pembaruan