Menhan Prabowo Subianto Resmikan Patung Jenderal Soedirman di Yogyakarta

Menhan Prabowo Subianto Resmikan Patung Jenderal Soedirman di Yogyakarta
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan patung Panglima Besar Jenderal Soedirman yang diprakarsai mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)AM Hendropriyono, Minggu malam, 10 November 2019, di Banyuraden Gamping,Sleman, DIY. (Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani)
Fuska Sani Evani / JEM Senin, 11 November 2019 | 14:38 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan berdirinya patung Panglima Besar Jenderal Soedirman yang diprakarsai oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI, AM Hendropriyono, Minggu (10/11/2019) malam.

Patung karya seniman Yogyakarta Purjito yang dibuat tahun 2017 itu, terletak rumah milik Hendropriyono di Jalan Ring Road Barat, Turusan, Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, DI Yogyakarta.

Peresmian Patung Panglima Besar Jenderal Soedirman ini juga dihadiri tokoh-tokoh di DIY, seperti Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rektor UGM, Prof Panut Mulyono, Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, dan tokoh karismatik Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif.

Saat menyampaikan sambutannya, Prabowo Subianto menyatakan, peresmian ini sebagai bentuk penghormatan kepada Jenderal Sudirman yang telah berjasa memerdekakan Indonesia.

"Bangsa yang besar adalah yang bisa menghormati pahlawannya. Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati pahlawan kita. Maka kita harus menghormati pahlawan kita," ujar Menhan Prabowo.

Prabowo menceritakan, bagaimana perjuangan Jenderal Sudirman sebagai Panglima TNI pertama yang berperang melawan penjajah, yakni Belanda.

"Bisa kita bayangkan panglima TNI pertama Indonesia tertawan oleh musuh atau menyerah kepada penjajah Belanda atau Inggris, apa yang akan terjadi pada kita saat ini," ucap Prabowo.

Dikatakan, inisiatif Jenderal Hendropriyono memenuhi suatu adagium old soldier never dies.

Sementara, mantan Kepala BIN AM Hendropriyono mengatakan, peresmian patung Jenderal Sudirman karya seniman Purjito ini sebagai saksi sejarah perjuangan tokoh besar bangsa Indonesia dan mengisahkan, saat perang melawan penjajah, kondisi kesehatan Panglima Sudirman sedang tidak baik. Namun, serangan itulah yang membuat Panglima Besar Jenderal Sudirman memiliki energi untuk bangkit dan melawan penjajah.

Lokasi peresmian patung Jenderal Sudirman merupakan pos intai intelijen. "Tempat ini jadi tempat ideal mengintip Yogyakarta," katanya.

Ia berharap agar peresmian patung Panglima Besar Jenderal Sudirman ini menjadi pembelajaran patriotisme bagi generasi muda.

Hendropriyono juga mengingatkan empat hal terkait hari Pahlawan. Pertama, jangan menganiaya tentara. “Jangan bunuh secara politik seperti yang terjadi terhadap Wiranto," katanya.

Penganiayaan kepada tentara merupakan bentuk yang menyedihkan dan berbahaya. Peristiwa penganiayaan hingga pembunuhan tentara ini sudah terjadi dan bangsa kehilangan pahlawan revolusi saat itu.

"Kalo terjadi penganiayaan lagi terhadap prajurit. Saya khawatir pelaku menggali lubang kuburnya sendiri. Saya sebagai orang tua ingatkan lagi," katanya.

Kedua, menjaga dan memegang teguh jati diri bangsa Indonesia, termasuk ajaran moral.

Hendropriyono mengingatkan pesan ketiga para sesepuh bangsa agar selalu disiplin. Hal ini demi kemajuan bangsa Indonesia.

"Bisa mengadakan demo tapi tetap disiplin. Kalo demo mengacau itu kerugian sangat besar. Berapa itu kerugiannya," katanya.

Dan terakhir,

Pesan terakhir, Hendropriyono mengingatkan soal deradikalisasi. “Sebagai bangsa yang besar tentu kita harus paham bahaya radikalisme masuk ke Indonesia. Jangan mudah disesatkan orang lain yang membuat keadaan kita makin susah," katanya.

Saat ini, beberapa instansi pemerintah tengah bersih-bersih paham radikalisme. "Kominfo sedang bersih bersih saya ucapkan terimakasih," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan