Indonesia Butuh Pahlawan Lawan Radikalisme
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia Butuh Pahlawan Lawan Radikalisme

Senin, 11 November 2019 | 20:29 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan, bangsa Indonesia sekarang butuh pahlawan-pahlawan masa kini untuk melawan radikalisme yang cenderung menguat belakangan ini.

Menurut Bonar, pahlawan lawan radikalisme adalah orang-orang baik secara individu maupun bersama-sama melakukan kegiatan-kegiatan yang bernuansa merawat empat pilar kebangsaan, menjaga toleransi, dan menghargai perbedaan.

"Radikalisme itu nyata dan sudah menggejala ke berbagai sektor kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, kita butuh pahlawan-pahlawan untuk melawan radikalisme," ujar Bonar, kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Menurut Bonar, perkembangan radikalisme di Indonesia sebenarnya masih fluktuatif dan sangat tergantung pada ketegasan negara untuk mencegah dan memberantasnya. Jika negara kuat, kata dia, maka radikalisme tidak akan berkembang pesat.

"Namun, kalau negara lemah maka radikalisme akan terus menguat dan suatu saat akan menguasai kehidupan bangsa. Karena itu, kita butuh pahlawan-pahlawan yang tangguh untuk bersama negara melawan radikalisme atau terus mengingatkan negara tidak lemah menghadapi kaum radikalis," kata Bonar

Negara, kata Bonar, juga perlu menghadirkan dan menyosialisasikan secara masif para pejuang dan pendiri bangsa yang sudah dengan gigih mendirikan bangsa ini serta mampu mengatasi radikalisme.

Menurut dia, sosialisasi ini penting agar kaum muda mempunyai contoh atau model yang layak untuk diikuti.

"Selain itu, perlu memberikan ruang kepada tokoh-tokoh nasional, kepala daerah, legislator, tokoh agama, tokoh masyarakat sipil yang selama konsen melawan dan mencegah radikalisme. Karena tendensi kaum muda kita kan membutuhkan model yang bisa dijadikan idola. Kaum muda kita sekarang cenderung bergelut dengan dunia entertainment, teknologi, dan bisnis karena mereka menemukan banyak idola di bidang-bidang tersebut," terang dia.

Lebih lanjut, Bonar mengatakan, pahlawan-pahlawan untuk melawan radikalisme bisa dibentuk melalui program-program yang sudah dijalankan selama ini.

Dia mencontohkan, sosialisasi empat pilar (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) bisa didesain sedemikian rupa sehingga dapat mencetak para pahlawan yang konsisten merawat empat pilar.

"Sayangnya program empar pilar masih insidentil atau tidak kontinyu, muncul tiba-tiba, kemudian hilang, orang-orang yang dilibatkan hanya yang punya kedekatan dengan anggota MPR, pemberian materinya searah, kurang bertolak dari pengalaman empirik dan ada yang memanfaatkan program empat pilar sebagai proyek untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok," ungkap dia.

Bonar berharap ke depan, program sosialisasi empat pilar lebih mengggali pengalaman empirik dengan menghadirkan orang-orang atau tokoh yang benar-benar telah berpengalaman merawat empat pilar kebangsaan.

Menurut dia, kehadiran mereka bisa menjadi model bagi kamu muda untuk merawat empat pilar kebangsaan termasuk menjaga toleransi dan melawan radikalisme.

"Jadi, kita berharap program empat pilar kebangsaan ini bisa melahirkan pahlawan-pahlawan yang mampu menjaga toleransi dan melawan radikalisme terutama yang muncul dari dalam bangsa kita sendiri. Perjuangan kita sekarang adalah bagaimana mencerahkan saudara-saudara kita yang terpapar radikalisme dan sama-sama menjaga bangsa ini," kata Bonar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Komisi VIII DPR Setujui Anggaran BNPB Tahun 2022 Sebesar Rp 1,127 Triliun

Kegiatan prioritas nasional tersebut di antaranya pendampingan pengelola infrastruktur darurat, penyaluran DSP atau dana siap pakai, distribusi logistik.

NASIONAL | 20 September 2021

Dipanggil KPK Besok, Anies: Insyaallah, Saya Hadir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) besok, Selasa (21/9/2021)

NASIONAL | 20 September 2021

Siti Nurbaya: Masyarakat Berkesadaran Hukum Bagian Solusi Permanen Kendalikan Karhutla

Siti menjelaskan sejak tahun 2020 sudah mulai disempurnakan langkah-langkah penanganan karhutla menuju solusi permanen.

NASIONAL | 20 September 2021

Jokowi Beri Bantuan Rp 100 Juta untuk Mantan Ratu Bulutangkis Indonesia yang Sakit Kanker

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bantuan kepada Verawati Fajrin, legenda bulutangkis Indonesia yang sedang sakit kanker.

NASIONAL | 20 September 2021

Wagub Riza Yakin Anies dan Prasetio Tidak Terlibat Kasus Korupsi Tanah di Munjul

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria meyakini Gubernur DKI Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi tidak terlibat kasus dugaan korupsi tanah di Munjul.

NASIONAL | 20 September 2021

Anies dan Prasetio Dipanggil KPK Soal Korupsi Tanah Munjul, Wagub Riza: Mereka Taat Hukum

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria meyakini Gubernur DKI Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi taat hukum terkait pemanggilan KPK soal korupsi tanah.

NASIONAL | 20 September 2021

Ketua DPRD DKI Siap Penuhi Panggilan KPK Soal Kasus Korupsi Tanah Munjul

Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi siap memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi tanah di Munjul, Selasa (21/9/2021) besok.

NASIONAL | 20 September 2021

Asosiasi Biometrik Dorong RUU Perlindungan Data Pribadi Disahkan

Aosiasi Industri Teknologi Biometrik Indonesia berpandangan bahwa RUU PDP yang saat ini tengah dibahas di DPR dan pemerintah sebagai landasan hukum

NASIONAL | 20 September 2021

Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi: Diduga Kuat Korsleting Listrik

Polda Metro Jaya belum memastikan penyebab kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang menewaskan 49 warga binaan.

NASIONAL | 20 September 2021

Ibu Ageng Mertua SBY Akan Dikebumikan di Purworejo

Mertua SBY meninggal dunia dan akan dikebumikan di Purworejo, Jawa Tengah.

NASIONAL | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Menko Airlangga Raih Penghargaan Internasional Terkait Pemulihan Ekonomi

Menko Airlangga Raih Penghargaan Internasional Terkait Pemulihan Ekonomi

EKONOMI | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings