Karyawan Rollaas Cafe Demo Tuntut Uang Pesangon

Karyawan Rollaas Cafe Demo Tuntut Uang Pesangon
Aksi demo eks karyawan Rollas Cafe di depan kantor PT RN Mandiri di Jalan Indrapura Surabaya, Senin (11/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Senin, 11 November 2019 | 22:21 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Mantan karyawan Rollaas Cafe menggelar aksi demo di depan kantor PT Rolas Nusantara Mandiri (RN Mandiri) di jalan Indrapura Surabaya, Senin (11/11/2019). Mereka menuntut manajemen anak usaha BUMN Perkebunan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, agar membayar uang pesangon sebesar Rp 50 juta per orang.

Baca Juga: PTPN XII Sabet Dua Gelar Juara Kompetisi Teh Nasional

Koordinator lapangan aksi demonstrasi, Sasmita, mengatakan, tuntutan atas pembayaran uang pesangon sebesar Rp 50 juta per orang itu jika manajemen tetap menginginkan untuk mengubah sistem kerja menjadi pekerja kontrak.

"Karena dalam kontrak kerja itu masa kerja tidak dihitung, padahal banyak diantara kami masa kerjanya sudah lama," ujar Sasmita saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor RN Mandiri, Senin (11/11/2019).

Tak hanya uang pesangon, lanjut Sasmita, dalam aksi demo itu mereka juga menuntut RN Mandiri melaksanakan Nota 1 Disnaker Provinsi Jawa Timur Bidang Pengawasan, agar mempekerjakan kembali sebagai karyawan tetap atau PHK sesuai dengan Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan, mengembalikan hak upah yang dipotong Rp 400.000 per bulan selama 3 tahun.

Mereka juga menuntut manajemen agar memberikan hak upah proses selama Juli 2019 sampai sekarang, mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS selama proses permasalahan, memberikan hak upah lembur yang belum dibayar, memberikan ganti rugi atas cuti melahirkan dan cuti haid. "Kita juga menuntut direktur RN Mandiri bertanggungjawab terhadap PHK sepihak 13 pekerja Rollaas Cafe," imbuh Sasmita.

Baca Juga: PTPN XII Rambah Bisnis Sapi Perah

Ditemui secara terpisah, Konsultan Hukum RN Mandiri, Sunarno Edy Wibowo, menyatakan, mereka yang melakukan demo merupakan bagian dari 35 orang yang tidak masuk dalam kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Untuk tertib administrasi dan sesuai peraturan ketenagakerjaan, manajemen perusahaan telah menawari mereka untuk menandatangani kontrak PKWT sejak Juni tahun ini, tetapi mereka menolak. "Yang kami lakukan ini sesuai aturan," kata Sunarno Edy Wibowo.

Penolakan itu disampaikan saat pertemuan secara bipartit. Karena itu, manajemen RN Mandiri melakukan mediasi dengan Bagian Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur. Manajemen RN Mandiri pun sudah melakukan pembayaran sisa upah yang belum dibayarkan kepada 13 orang untuk periode 1 Januari-30 Juni 2019. Sementara mediasi secara tripartit (RN Mandiri, perwakilan 13 orang, dan Disnakertrans Jatim) masih berlangsung.

Kepala Divisi Administrasi Keuangan dan SDM RN Mandiri, Soesilo Sunarno, justru mempertanyakan tuntutan kompensasi sebesar Rp 50 juta per orang atau total Rp 650 juta untuk 13 orang.

"Ini hitungan dari mana? Kalau kami memberikan, kami yang salah karena ini adalah uang negara. Dan ini bisa dikategorikan korupsi. Kami mau memberikan uang pesangon tetapi harus sesuai aturan, harus disesuaikan dengan masa kerjanya. Karena rata-rata masa kerja mereka hanya sekitar dua hingga tiga tahun. Kalaupun ada yang lebih dari lima tahun, hanya dua hingga tiga orang saja," kata Soesilo.

Baca Juga: Resto Waralaba Banyak Dicari Warganet

Direktur RN Mandiri, Permadi Eko Prasetyo menegaskan, pihaknya tidak bisa memenuhi tuntutan 13 karyawan atas biaya kompensasi Rp 50 juta per orang dan tetap melakukan mediasi untuk mencari solusi terbaik.

"Kami berkomitmen untuk tertib dan menaati aturan. Bipartit terus kami jalankan. Selanjutnya akan dilaksanakan tripartit kalau masih belum menemukan jalan tengah. Apabila masih belum ada kesepakatan, maka kami akan membawa permasalahan ke Pengadilan Hubungan Industrial," tandas Permadi

Rollaas Cafe merupakan pengembangan usaha yang dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) sejak 2008 lalu. Rollaas Coffee and Tea Cafe merupakan bentuk pengembangan pemasaran baru untuk memperkenalkan produk-produk PTPN XII Premium yang diproduksi dari awal dari 7 perkebunan ke masyarakat.

Sejak 2009, Rollaas Cafe diambil alih oleh Hilir Industries, sebuah unit PTPN XII dalam penjualan ritel. Yang dalam dua tahun perjalanan untuk memperkenalkan Rollaas Coffee and Tea Cafe ternyata mampu mengembangkan dan memproduksi tiga cabang, dan dua kerja sama waralaba.

 



Sumber: Investor Daily