Ridwan Kamil: Perkuat Kolaborasi Bangsa Asia Demi Masa Depan Emas

Ridwan Kamil: Perkuat Kolaborasi Bangsa Asia Demi Masa Depan Emas
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menekankan pada kolaborasi negara Asia di Opening Ceremony 12th China-ASEAN Conference on People to People Friendship Organizations, Senin. (11/11) ( Foto: Humas Jabar / Yana )
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 12 November 2019 | 19:57 WIB

KAB. BANDUNG BARAT, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan kolaborasi negara-negara di kawasan Asia harus terus diperkuat untuk siap menyambut masa depan emas.

"Semua optimis, masa lalu adalah abadnya Eropa. Sekarang abadnya Amerika. Tapi, masa depan adalah abadnya bangsa Asia," ucap sosok yang kerap disapa Emil ini pada Opening Ceremony 12th China-ASEAN Conference on People to People Friendship Organizations (CACPPFO) di Hotel Mason Pine Kota Baru Parahyangan, Kab. Bandung Barat, Senin. (11/11)

Emil menambahkan bahwa kolaborasi negara ASEAN dan China juga sangat relevan dengan Dasasila Bandung, yakni 10 poin hasil pertemuan Konferensi Asia-Afrika yang dilaksanakan pada 18-25 April 1955 di Bandung.

Ia pun turut mengapresiasi dan bangga pada 12th CACPPFO ini karena menunjuk Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah.

"Saya sangat berbahagia, karena forum ASEAN- China dilaksanakan di Jawa Barat. Mereka sangat senang, karena Jawa Barat punya sejarah di mana orang-orang Asia-Afrika juga merumuskan kolaborasi di Bandung," ujarnya.

"Mengutip Dasasila Bandung, salah satunya perlunya bangsa-bangsa Asia selalu mengedepankan kolaborasi," imbuh Emil.

Untuk mengoptimalkan kolaborasi, Emil pun berharap agar bangsa ASEAN-Cina terus memperbanyak dialog. Selain itu, kerja sama yang dibangun pun harus bersifat fair trade dan saling menguntungkan.

"Kita ingin maju, sejahtera, (secara) bersama-sama," ujarnya.

Sementara untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), 12th CACPPFO ini melibatkan Generasi Milenial dan Generasi Z yang dituntut untuk mempersiapkan skill, kemampuan lobi, literasi digital serta fokus pada dinamisnya pergerakan  industri 4.0.

Ketua Umum Lembaga Kerjasama Ekonomi dan Sosial Budaya Indonesia China Mayjen (Purn) Sudrajat menganggap konferensi yang digelar dua tahun sekali ini sebagai langkah kolaborasi untuk menyepakati kerja sama masyarakat Asia dan Cina.

Di antaranya, kerja sama dalam membangun bidang ekonomi dan mempererat sosial-budaya.

"Itu adalah ranah yang kita bicarakan, sehingga harus ada langkah kerja sama yang terus-menerus, baik (melalui) pertukaran ahli, pertukaran siswa, dan lain-lain," kata Sudrajat.

"Kita juga menyambut adanya konektivitas antara Belt and Road Initiatives yang dikumandangkan oleh Cina dan ASEAN punya Master Plan on Asia Connectivity, sehingga keduanya menjadi sinergi kedua kelompok rumpun Asean dan Cina," ujarnya.

Sudrajat menambahkan, hubungan masyarakat ASEAN-China secara people to people yang lebih efektif akan menguatkan kerja sama yang saling menguntungkan. Kerja sama yang dibangun bersifat transparan dan bebas korupsi juga turut diharapkan.

Adapun 12th CACPPFO sendiri berlangsung pada 10-11 November 2019 dengan diikuti 91 perwakilan dari 11 negara serta ratusan investor/pengusaha dari dalam dan luar negeri.



Sumber: BeritaSatu.com