Dirut PTPN XII Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Dirut PTPN XII Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Ilustrasi (Foto: BSMH)
Fana Suparman / WBP Selasa, 12 November 2019 | 20:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Nusantara XII, M. Cholidi mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (12/11/2019). Cholidi sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap distribusi gula di PT PTPN III tahun 2019 yang menjerat Dirut PTPN III Dolly Pulungan. Keterangan Cholidi dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana.

Jubir KPK, Febri Diansyah memastikan tim penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Cholidi. Dikatakan, penjadwalan ulang pemeriksaan Cholidi tergantung kebutuhan penyidikan. "Pemeriksaan dijadwalkan ulang, namun belum ditentukan waktunya," kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Belum diketahui secara pasti kaitan Cholidi dalam kasus suap ini. Namun, PTPN III merupakan induk BUMN perkebunan yang membawahi 13 PTPN, termasuk PTPN XII yang dipimpin Cholidi.

Diketahui KPK menetapkan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Dolly Pulungan, Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana dan pengusaha gula yang juga bos PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi gula di PTPN III tahun 2019. Penetapan ketiganya sebagai tersangka ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif sejumlah pihak yang ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Dolly melalui Kadek Kertha Laksana diduga menerima suap sebesar SGD 345 ribu dari Pieko. Suap ini diberikan terkait distribusi gula di PTPN III. Pieko merupakan pemilik dari PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula. Pada awal tahun 2019 perusahaan Pieko ditunjuk menjadi pihak swasta dalam skema long term contract dengan PTPN III (Persero).

Dalam kontrak ini, pihak swasta mendapat kuota untuk mengimpor gula secara rutin setiap bulan selama kontrak berjalan. Di PTPN III terdapat aturan internal mengenai harga gula bulanan yang disepakati oleh tiga komponen yaitu PTPN III, Pengusaha Gula, dan ASB selaku Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI). Dalam sebuah pertemuan, Dolly meminta uang pada Pieko terkait persoalan pribadinya untuk menyelesaikannya melalui ASB.

Dolly kemudian meminta Kadek Kertha Laksana untuk menemui Pieko untuk menindaklanjuti permintaan uang sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Pieko memerintahkan orang kepercayaannya bernama Ramlin untuk mengambil uang di money changer dan menyerahkannya kepada Corry Luca, pegawai PT KPBN anak usaha PTPN III di Kantor PTPN, Jakarta, pada Senin (2/9/2019). Selanjutnya Corry mengantarkan uang sebesar SGD 345.000 kepada ke Kadek Kertha Laksana di Kantor KPBN.



Sumber: Suara Pembaruan