Presiden Jokowi Ungkap Dua Agenda Penting Pemerintah

Presiden Jokowi Ungkap Dua Agenda Penting Pemerintah
Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan sinergi program-program antara pemerintah pusat dengan daerah. ( Foto: ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay )
Carlos KY Paath / JAS Rabu, 13 November 2019 | 13:15 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitipkan dua agenda penting pemerintah yakni cipta lapangan kerja dan investasi. Jokowi menyampaikan itu dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

“Ada dua hal agenda besar yang harus sama-sama kita perhatikan, yaitu berkaitan dengan cipta lapangan kerja dan investasi. Berkaitan dengan cipta lapangan kerja, semua sekarang harus mengarah ke sana, kalau yang berhubungan dengan ini, saya minta semuanya dukung, artinya iklim investasi harus betul-betul kita perbaiki,” kata Jokowi.

Jokowi menyatakan, cipta lapangan kerja dan investasi juga berkaitan erat dengan faktor keamanan kelancaran perizinan. Aparat penegak hukum, lanjut Jokowi, perlu untuk memberikan jaminan keamanan terhadap investor.

“Kelancaran proses perizinan ini juga erat kaitannya dengan Polri, TNI, Kejaksaan yang harus medukung ke sana agar investasi bisa direalisasi,” ujar Jokowi.

Jokowi berharap agar daerah mendukung penuh investasi. “Jangan kita biarkan, investasi yang masuk ke daerah sudah ketok pintu jangan sampai enggak jadi karena tidak dilayani dengan baik. Makanya layani secepatnya agar terealisasi dan memunculkan tenaga kerja. Ingat masih 7 juta anak-anak kita yang belum memiliki pekerjaan. Ini tugas kita bersama,” ucap Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, sebanyak 33 perusahaan besar akan pindah dari Tiongkok menyusul perang dagang dengan Amerika Serikat. Meski begitu, tidak ada perusahaan tersebut yang pindah ke Indonesia. “Sebanyak 23 perusahaan pindah ke Vietnam, padahal kita punya SDA dan SDM, dan 10 lainnya pindah ke Kamboja, India, Malaysia, Meksiko, Thailand,” kata Jokowi.

Jokowi pun menyebut, “Bertahun-tahun defisit transaksi berjalan, defisit negara perdagangan, karena itu saya titip kepada daerah kalau ada investasi yang orientasinya ekspor, sudah tutup mata tanda tangan izinnya. Secepat-cepatnya. Urusan keamanan back up dari polres agar muncul cipta lapangan kerja yang kita inginkan.”

Jokowi juga meminta supaya setiap investasi melibatkan usaha kecil mikro di daerah. “Saya sudah titip ke menteri-menteri kalau ada investasi, pengusaha daerah dan lokal diikutkan, kalau ada yang tidak diikutkan saya diingatkan. Kalau ada investasi berkaitan dengan ekspor dan barang substitusi impor, sudah tutup mata dan tak perlu ditanya-tanya langsung tandatangani,” kata Jokowi.



Sumber: Suara Pembaruan