Asap Tebal Dampak Karhutla Kembali Menyelimuti Kota Jambi

Asap Tebal Dampak Karhutla Kembali Menyelimuti Kota Jambi
Asap akibat karhutla yang menyelimuti Kota Jambi sangat tebal, Rabu pagi, 16 Oktober 2019.Jarak pandang hanya di bawah satu kilometer dan pesawat tidak bisa mendarat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JEM Rabu, 13 November 2019 | 15:19 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup tebal kembali menyelimuti Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 08.30 WIB. Asap tampak semakin tebal hingga pukul 09.30 WIB. Asap tersebut diperkirakan berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut di beberapa wilayah di Kabupaten Merangin, Kerinci dan Sumatera Selatan.

Pantauan Suara Pembaruan di Kota Jambi, Rabu (13/11/2019) hingga pukul 09.30 WIB, asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi dan Muarojambi menyebarkan bau asap yang menyengat dan memedihkan mata. Bau asap terasa sampai ke dalam rumah. Asap membatasi jarak pandang sekitar 1,5 kilometer (km). Namun asap belum sampai mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi.

Sementara itu pantauan Suara Pembaruan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera wilayah Kecamatan Mestong,Muarojambi, asap tebal cukup mengganggu pengendara karena asap membatasi jarak pandang sekitar satu kilometer.

Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Addi Setiadi kepada Suara Pembaruan di Kota Jambi, Rabu (13/11/2019) siang menjelaskan, asap yang tiba-tiba menyelimuti Kota Jambi diperkirakan berasal dari karhutla di Sumatera Selatan. Asap tersebut tertiup angin ke Jambi. Selain itu asap tersebut juga diduga berasal dari bekas karhutla yang terjadi di Kabupaten Merangin dan Kerinci, Jambi Selasa (12/11/2019).

“Titik api di Jambi tidak ada mulai Selasa (12/11/2019) malam hingga Rabu (13/11/2019) siang ini. Titik api hanya ada dua di Kabupaten Merangin dan dua di Kerinci, Selasa (12/11/2019) siang. Jadi asap yang tiba-tiba muncul di Kota Jambi siang ini berasal dari karhutal di Sumatera Selatan. Jumlah titik api di Sumsel sejak Selasa – Rabu (12 – 13/11/2019) cukup banyak,”katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, HM Dianto meminta jajaran dinas instansi terkait di seluruh kabupaten di Provinsi Jambi tetap waspada karhutla kendati status darurat karhutla di Jambi telah berakhir, Senin (11/11/2019). Kewaspadaan karhutla tersebut penting karena sewaktu-waktu masih bisa terjadi karhutla di beberapa wilayah kabupaten di Jambi jika hujan tidak turun.

“Satuan tugas karhutla di tingkat kabupaten perlu terus aktif memantau karhutla karena satuan tugas karhutla provinsi telah menarik 1.500 orang pasukan pemadaman karhutla dari lokai-lokasi karhutla di beberaa wilayah kabupaten,”ujarnya. 



Sumber: Suara Pembaruan