Dharma Pertiwi Luncurkan Platform Ladara Indonesia

Dharma Pertiwi Luncurkan Platform Ladara Indonesia
Ketua Umum Dharma Pertiwi, Ny Nanny Hadi Tjahjanto saat mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Massachusetts Avenue, New York, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat, 14 Desember 2018. ( Foto: Istimewa / Puspen TNI )
Yeremia Sukoyo / FER Rabu, 13 November 2019 | 16:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dharma Pertiwi meluncurkan platform e-commerce Laut Darat Udara (Ladara) Indonesia, untuk mewadahi hasil karya kerajinan dari para anggota Dharma Pertiwi dari unsur IKKT Pragati Wira Anggini, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan PIA Ardhya Garini, di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahjanto, mengatakan, Ladara Indonesia merupakan suatu terobosan yang diprakarsai oleh Dharma Pertiwi dengan tujuan untuk mensejahterakan keluarga TNI, agar kalangan ibu-ibu yang memiliki kreativitas tidak hanya dikenal oleh lingkungan setempat saja, tetapi sekarang hasil karyanya bisa dijual belikan secara online ke seluruh manca negara.

"Ibu-ibu muda Dharma Pertiwi harus berani berkarya. Hasil produk barangnya yang belum dikenal, sekarang bisa diperjualbelikan secara online," ujarnya.

Menurut Nanny Hadi Tjahjanto, peluncuran Ladara Indonesia di sela-sela kegiatan Gebyar Karya Pertiwi, agar peserta Military Attache Spouses dari beberapa negara sahabat dapat mengetahui hasil kerajinan Ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Pertiwi.

"20 Atase Pertahanan Negara sahabat (Tiongkok, Meksiko, Pakistan, Polandia, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Papua Nugini, Rusia, Filipina, Vietnam, Australia, Brasil, Kanada, Jepang, Selandia Baru, Spanyol dan Inggris) yang mengikuti Gebyar Karya Pertiwi sebagai salah satu promosi kerajinan Indonesia sehingga dapat dikenal dunia," jelasnya.

Konsep Gebyar Karya Pertiwi hari ini adalah perpaduan bazar produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkualitas dengan penampilan kegiatan pertunjukan seni dan budaya Indonesia dan mancanegara serta workshop bertemakan pemasaran produk unggulan berbasis digital dalam rangka meningkatkan kompetensi pelaku usaha dan kesejahteraan.



Sumber: Suara Pembaruan