Pelaku Bom Bunuh Diri Berubah Setelah Berkeluarga

Pelaku Bom Bunuh Diri Berubah Setelah Berkeluarga
Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution. ( Foto: Istimewa )
Arnold H Sianturi / WBP Rabu, 13 November 2019 | 22:29 WIB

Pelaku Bom Bunuh Diri Berubah Setelah Berkeluarga

Medan, Beritasatu.com - Maya (41), sepupu pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, menyampaikan bahwa Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24), merupakan orang yang taat dalam ibadah lima waktu. Bahkan sebelum menikah dengan Dewi (23), beberapa tahun lalu, Dedek aktif dalam perkumpulan remaja masjid.

"Dia memiliki kepribadian yang baik dan rajin mengikuti perkumpulan. Kedua orangtuanya sudah lama tidak ada. Dedek meninggalkan kampung ini setelah berumahtangga dengan Dewi. Kami juga diundang saat acara pernikahannya di Marelan," ujar Maya saat ditemui di Jalan Jangka Gang Tentram, Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, Rabu (13/11/2019).

Maya mengaku tidak menyangka kalau orang yang sudah lama dikenalnya itu mengakhiri hidupnya dengan melakukan bom bunuh diri.

Maya sendiri mengaku sudah lama tidak melihat Dedek. "Sejak menikah, Dedek memilih pindah tempat tinggal. Semula kami menduga kalau Dedek tinggal di bersama mertuanya. Kami pun tidak menaruh rasa curiga apalagi ketika melihat perilakunya yang biasa saja. Dia dikenal baik dan tak pernah membuat masalah di kampung ini," ungkap Maya.

Maya menduga, ada pihak yang sengaja mencuci otak sepupunya tersebut setelah pindah rumah. Namun, Maya tidak mengetahui secara pasti orang yang mengubah sikap Dedek menjadi radikal. Maya juga tidak mengetahui kegiatan Dedek.

Bekas tempat tinggal Dedek di Jalan Jangka Gang Tentram, Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, itu juga digeledah polisi. Petugas kemudian berpindah melakukan penggeledahan di rumah yang baru dikontraknya sebulan lalu di Jalan Nangka, Medan Petisah.

"Kami tidak mengenal secara baik pasangan suami - istri tersebut. Keduanya memang sering bepergian bersama saat meninggalkan rumah. Namun, mereka memang dikenal ramah dan mau bertegur sapa dengan tetangganya. Kita terkejut kalau Dedek sebagai pelaku bom bunuh diri setelah polisi datang ke sini," ujar seorang tetangga pelaku, Ayu Ningsih (40).

Ayu tidak melihat orang asing mendatangi rumah tetangganya tersebut.

"Keduanya hanya sering terlihat keluar rumah secara bersama-sama. Pulangnya pun juga sama. Makanya, kami terkejut kalau Dedek suami Dewi itu ternyata anggota jaringan terorisme. Itu pun setelah polisi datang melakukan penggeledahan. Kita juga tidak melihat si Dewi istri si Dedek setelah kejadian ledakan bom bunuh diri tersebut," jelasnya.

Tidak hanya Dedek, mertuanya pun ternyata baru pindah rumah ke Lingkungan 17, Pasar II Barat, Keamatan Marelan. Selama tujuh bulan tinggal di kontrakan baru, mertua Dedek dikenal sebagai penjual sarapan pagi di kampung tersebut. Mertua Dedek dikenal baik dan bersosialisasi di masyarakat.

"Jarak rumah lama dengan tempat baru ini sebenarnya tidak terlalu jauh. Sehingga, kita mengenal keluarga Andi Syahputra mertua Dedek itu. Orang yang banyak mengalami perubahan justru ada pada Dewi istri Dedek. Dewi mulai menggunakan cadar setelah menikah dengan Dedek sekitar tiga tahun lalu," ujar tetangga mertua Dedek, Nining (33).

Nining mengungkapkan, Dewi istri pelaku bom bunuh diri itu sangat jarang mengunjungi rumah orangtuanya. Dewi hanya sesekali datang namun tidak pernah bermalam.

Bagus Prasetyo (26), teman Dedek semasa kecil menyampaikan, rekannya itu sebelumnya tinggal di Jalan Jangka kawasan Ayahanda Medan. Kemudian, dia pindah ke Jalan Nangka, Kecamatan Medan Petisah.
Bagus mengaku sangat mengenal Dedek maupun keluarganya. Orang bersangkutan pindah rumah setelah berumahtangga. "Saya sudah lama tidak melihat Dedek. Selain dikabarkan pindah ke Jalan Nangka, masyarakat juga mendapatkan informasi bahwa Dedek tinggal di kawasan Medan Marelan. Saya tidak memahami kenapa dia sampai bisa terpapar begitu," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan