Gelagat Mencurigakan Pelaku Sebelum Aksi Bom Bunuh Diri

Gelagat Mencurigakan Pelaku Sebelum Aksi Bom Bunuh Diri
Aparat kepolisian melakukan penggeledahan di kediaman pelaku bom bunuh diri di Medan, Rabu 13 November 2019. ( Foto: dok )
Arnold H Sianturi / CAH Kamis, 14 November 2019 | 07:11 WIB

Medan, Beritasatu.com - Beberapa pekan sebelum melakukan teror bom bunuh diri, pasangan Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) dan Dewi (22), ternyata menerima tamu yang mengendarai dua sepeda motor. Bahkan, beberapa malam sebelumnya, terdengar suara pukulan seperti memaku dinding rumah dari dalam rumah kontrakan suami - istri tersebut. 

Hal ini diungkapkan tetangga Dedek, Syahrul (23) saat ditemui di lokasi penggeledahan rumah pelaku bom bunuh diri di Jalan Nangka Medan, Rabu (13/11/2019).

Syahrul mengaku tidak menaruh rasa kecurigaan, sebab dia tidak menduga bahwa tetangganya itu adalah teroris.

"Saya mengetahui bahwa dia sebagai anggota jaringan teroris setelah polisi datang melakukan penggeledahan di dalam rumah pasangan suami-istri tetangga kami itu. Beruntung saja bom yang disediakannya itu tidak meledak di dalam rumah. Kalau meledak di sini maka gak bisa dibayangkan nasib kami sekarang ini," ujar Syahrul sambil bersyukur. 

Baca Juga: Pelaku Bom Bunuh Diri Berubah Setelah Berkeluarga

"Kalau sifat mereka memang ramah. Sebab, kalau berpapasan, keduanya mau bertegur sapa dengan kita. Hanya saja, suami-istri itu jarang kelihatan di rumah. Mereka pergi pagi dan pulang di tengah malam," ujar Syahrul.

Bagi Syahrul, pasangan suami-istri ini sebagai orang yang tertutup. Bahkan, mereka sebagai tetangga tidak pernah bercengkerama. Syahrul mengaku hanya mengetahui profesi Dedek sebagai tetangganya itu adalah driver ojek online. Namun, untuk profesi Dewi, Syahrul tidak mengetahuinya.

"Kalau mereka pergi meninggalkan rumah sekitar pukul 08.00 - 09.00 WIB. Jika kita ketemu hanya saling menyapa saja. Habis itu berlalu pergi. Malam kita tidak pernah ketemu karena mereka pulang tengah malam dan terkadang dini hari. Kita hanya mendengar mereka pulang saat membuka kunci pintu rumah dari sebelah," katanya.

Berbeda dengan Syahrul, Fahrizal (28) yang juga merupakan tetangga Dedek mengungkapkan, beberapa jam sebelum kejadian ledakan, dirinya sempat berpapasan dengan Dedek yang keluar rumah mengendarai sepeda motor dan mengenakan jaket ojek online. Mereka pun sempat saling menyapa.

Baca Juga: Gojek Siap Bantu Investigasi Bom Bunuh Diri Medan

"Mari, pergi dulu mau berangkat kerja," ujar Fahrizal mengulangi ucapan Dedek saat ketemu, Rabu (13/11/2019) pagi. Saat itu, Fahrizal mengaku melihat Dedek membawa tas ransel berwarna hitam yang dikenakan di bahunya. Bahkan, Fahrizal melihat ada seperti benda yang menonjol dari dalam tas ransel tersebut.

"Saya tidak mengetahui bahwa dalam tas itu adalah bom. Kalau tau sudah pasti duluan kaburlah. Saya tidak menyangka kalau tetangga kami itu adalah teroris. Orangnya memang terlihat baik dan mau menyapa. Kalau gerak - geriknya memang tidak sedikitpun terlihat mencurigakan," sebutnya. 



Sumber: Suara Pembaruan