Jadi Dewan PEFC, Dradjad Promosikan Hutan Lestari Indonesia

Jadi Dewan PEFC, Dradjad Promosikan Hutan Lestari Indonesia
Ekonom senior Dradjad Wibowo terpilih secara aklamasi menjadi anggota dewan PEFC (Programme for the Endorsement of Forest Certification)di Jerman, Rabu 13 November 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / RSAT Kamis, 14 November 2019 | 09:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom senior dan politisi PAN Dradjad Wibowo terpilih secara aklamasi menjadi anggota dewan atau board dari PEFC (Programme for the Endorsement of Forest Certification), Rabu, 13 November 2019 di Benteng Marienberg, Würzburg, Jerman.

Dradjad yang juga Ketua Umum IFCC (Indonesian Forestry Certification Cooperation) mengatakan PEFC adalah sebuah lembaga yang berbasis di Jenewa, dengan anggota 52 negara,  ditambah dengan puluhan perusahaan ataupun organisasi dunia. IFCC mewakili Indonesia dalam PEFC.

"PEFC merupakan skema sertifikasi hutan terbesar di dunia. Per Maret 2019 terdapat 311 juta hektare hutan yang bersertifikat PEFC. Ini melibatkan lebih dari 750.000 pemilik hutan. Di sektor hilirnya, terdapat lebih dari 11.500 perusahaan yang memakai sertifikat PEFC. Mereka termasuk raksasa dunia seperti Walmart, Tesco, Zara dan sebagainya," ujar Dradjad dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Kamis (14/11/2019).

Menurut Dradjad, sertifikat IFCC/PEFC terbukti sangat membantu pelaku hutan tanaman industri (HTI) dan olahannya, yaitu kertas dan bubur kertas. Dunia sekarang mengakui kalau HTI Indonesia dikelola secara lestari. Apalagi, saat puncak kebakaran hutan 2019, dari konsesi HTI seluas 4 juta hektare yang bersertifikat, hanya 2-3% saja yang terbakar. Itu pun sebagiannya adalah areal yang dipakai pihak lain.

Dradjad mengatakan kertas dan bubur kertas Indonesia sempat diboikot pembeli dunia sejak 2008/2009. Setelah bersertifikat, ekspor naik US$ 1 miliar lebih pada tahun 2017. “Hutan lestari itu perlu komitmen dan kerja yang luar biasa dari pelaku kehutanan Indonesia. Kita sempat dicap ‘penyakitan’ dan ‘harus dijauhi”. Tapi sekarang pelaku hutan lestari dunia mengakui kita,” imbuh Dradjad.

Dradjad berharap lebih banyak lagi pelaku sektor hilir Indonesia yang terlibat dalam hutan lestari. Baik dari industri, jasa, perbankan, ritel hingga disainer fesyen dan konsumen.

“Saat ini banyak pihak yang belum terlibat dalam hutan lestari. Padahal, hutan lestari bermanfaat bukan hanya bagi ekspor atau lapangan kerja saja. Tapi juga bagi nama baik Indonesia, dan masa depan anak-cucu. Itu salah satu alasan saya menjadi Dewan PEFC,” kata Dradjad.



Sumber: BeritaSatu.com